BERITA
Prabowo Murka Bunga Kredit Rakyat Miskin Capai 24 Persen: “Ini Negara Pancasila atau Bukan?”
Jakarta | MantikNews.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap tingginya bunga pinjaman yang dibebankan kepada masyarakat kecil dibandingkan suku bunga rendah yang dinikmati kalangan pengusaha besar. Kepala Negara menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan ekonomi yang tidak adil dan bertentangan dengan semangat keadilan sosial.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Dalam arahannya, Presiden menyoroti skema pembiayaan Program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar yang ditujukan bagi keluarga prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro. Namun menurut Prabowo, bunga pinjaman yang mencapai 24 persen justru memberatkan rakyat kecil.
“Bayangkan orang kaya dikasih bunga 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila apa negara saya nggak paham ya,” tegas Prabowo di hadapan para menteri dan pejabat pemerintah.
Presiden ke-8 RI itu menilai sistem pembiayaan nasional harus segera dibenahi agar lebih berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan kebijakan ekonomi tidak boleh memperlebar kesenjangan antara kelompok kaya dan masyarakat miskin.
Menurut Prabowo, negara harus hadir memastikan akses permodalan yang adil bagi rakyat kecil agar program pengentasan kemiskinan benar-benar berjalan efektif.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Prabowo mengaku langsung memanggil jajaran menteri ekonomi serta pimpinan lembaga terkait untuk mengambil langkah cepat.
Dalam kesempatan itu, ia secara tegas menginstruksikan agar bunga pinjaman PNM Mekaar segera diturunkan secara signifikan, bahkan di bawah suku bunga yang diterima pengusaha besar.
“Saya instruksikan, ini keputusan politik saya sudah ambil, bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ujar Prabowo.
Presiden bahkan secara langsung meminta kepastian kepada CEO Danantara Rosan Roeslani terkait kesiapan menurunkan bunga kredit tersebut.
“Kita turunkan harus di bawah 9 persen. Danantara bisa? Bisa tidak?” tanya Prabowo.
“Siap bisa, Pak,” jawab Rosan sambil berdiri.
Prabowo kemudian kembali meminta angka pasti penurunan bunga yang mampu direalisasikan.
“Berapa persen?” tanyanya lagi.
“Siap 8 persen, Pak,” jawab Rosan.
“8 persen? Kamu sengaja pilih angka 8 itu ya. Kenapa nggak 7 persen? Ya sudah, pokoknya harus di bawah 9 persen,” ujar Prabowo disambut perhatian jajaran kabinet.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi sistem ekonomi dan pembiayaan nasional yang dinilai masih menyimpan ketimpangan struktural.
Ia menyebut kondisi di mana masyarakat miskin membayar bunga lebih tinggi dibanding kelompok kaya tidak boleh terus terjadi di negara yang menjunjung prinsip keadilan sosial.
“Masa orang miskin bayar bunganya lebih besar dari orang kaya. Terus-menerus kita akan pelajari di mana sistem kita lemah, di mana kekurangan kita perbaiki,” tandasnya.
PNM Mekaar sendiri merupakan program pembiayaan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang selama ini ditujukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga kecil.
Namun tingginya bunga pinjaman dalam program tersebut selama ini kerap menjadi sorotan publik karena dianggap tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.
Melalui kebijakan terbaru ini, pemerintah berharap akses pembiayaan yang lebih ringan dapat membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat kecil sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi nasional.***

