Connect with us

BERITA

SAUNG PERADABAN: Wadah Silaturahmi dan Gerakan Membangun Manusia Beradab di Purwakarta

Deski Alfan K

Published

on

Purwakarta | MantikNews.com Komunitas atau organisasi yang bernama Saung Peradaban kini telah hadir dan berkiprah cukup lama di Kabupaten Purwakarta. Sudah sekitar 5 tahun lamanya, komunitas ini eksis dan terus berkembang hingga memiliki jumlah anggota yang cukup signifikan.

 Saat ini, tercatat kurang lebih ada 5.000 orang yang tergabung dalam Saung Peradaban. Mereka tersebar di seluruh wilayah Purwakarta, mencakup 17 Kecamatan, 183 Desa, dan 9 Kelurahan.

Example 400x400

 Filosofi Nama: Dari “Adab” Menuju Kemajuan

 Nama “Peradaban” yang diusung bukanlah tanpa makna. Menurut penjelasannya, istilah ini diambil dari kata dasar “Adab”, yang mencakup sopan santun, budi pekerti luhur, hingga daya kreativitas serta gagasan yang brilian.

 Konsep ini juga merujuk pada pemikiran tokoh sosiolog besar, Ibnu Khaldun, yang mendefinisikan peradaban sebagai upaya membangun pola pikir dan implementasi kebudayaan yang nyata.

 “Peradaban itu bicara soal kemajuan sumber daya manusia dan bukti nyatanya. Seperti peradaban Yunani yang melahirkan ilmu pengetahuan, atau Mesir dengan Piramidanya. Itu semua hasil cipta, rasa, dan karsa yang diwujudkan dalam karya nyata,” ungkapnya.

 Oleh karena itu, Saung Peradaban hadir bukan hanya sebagai tempat kumpul-kumpul, tetapi sebagai wadah untuk menularkan ide, pikiran, dan semangat agar setiap anggota mampu berkreasi dan memberi dampak positif bagi orang lain, sesuai dengan peran manusia sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi.

 Program Kerja: Silaturahmi, Berbagi Ilmu, hingga Bantuan Sosial

 Dalam kegiatan sehari-hari, Saung Peradaban memiliki tiga fokus utama. Pertama adalah mempererat silaturahmi antarwarga. Kedua, menjadi tempat bertukar pikiran, di mana masyarakat sering datang untuk meminta solusi, wejangan, maupun ide gagasan terkait pembangunan atau pengembangan sarana pendidikan.

 Yang tak kalah penting adalah perhatian di bidang sosial dan kemanusiaan. Dalam membantu masyarakat, Saung Peradaban menerapkan prinsip berbeda sesuai kondisi penerima.

 “Kalau orang masih mampu, kita beri ‘kail’ (ilmu dan kemampuan), bukan sekadar ‘umpan’. Tapi bagi mereka yang benar-benar di titik terendah dan tidak mampu, harus diselamatkan,” jelasnya.

 Bentuk bantuan yang diberikan sangat beragam, mulai dari penyediaan tempat tinggal, bantuan sembako berupa beras, hingga membantu pengurusan akses kesehatan seperti BPJS, agar hak dasar masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.

 Dengan berbagai kegiatan tersebut, Saung Peradaban berkomitmen terus menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat Purwakarta yang tidak hanya maju, tetapi juga beradab dan saling peduli.

(Deski/MTKNews)

Example 400x400
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *