Published
2 hari agoon
Solo | MantikNews.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di kawasan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (9/5/2026) malam. Dalam silaturahmi tersebut, Sudaryono melaporkan perkembangan sektor pertanian nasional, termasuk capaian swasembada pangan yang diklaim berhasil diraih pemerintah pada 2025.
Pertemuan itu juga membahas keberlanjutan pembangunan sektor pertanian dan strategi menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis.
“Saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan,” ujar Sudaryono kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Sudaryono, keberhasilan program swasembada pangan ditandai dengan dihentikannya impor beras serta meningkatnya kesejahteraan petani di sejumlah daerah sentra produksi pangan nasional.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus memperkuat keberpihakan terhadap petani melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas pendapatan petani.
“Kebijakan harga gabah ini penting agar petani mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panennya,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga disebut berhasil menjaga ketersediaan pupuk bagi petani melalui kebijakan subsidi dan diskon harga hingga 20 persen. Langkah tersebut dinilai membantu menekan biaya produksi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pangan nasional.
Sudaryono menambahkan, dukungan terhadap sistem pengairan, distribusi pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen dengan harga yang layak menjadi faktor penting dalam meningkatkan optimisme petani untuk terus memperluas produksi pangan.
Ia menilai keberhasilan sektor pertanian saat ini tidak terlepas dari kesinambungan kebijakan pemerintah dari periode sebelumnya hingga pemerintahan saat ini.
Menurutnya, pengalaman dan pandangan Joko Widodo masih memiliki peran penting sebagai referensi dalam memperkuat arah pembangunan nasional, khususnya di bidang pangan dan pertanian.
“Keberlanjutan pembangunan itu penting agar program-program yang sudah berjalan baik bisa diteruskan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sudaryono juga menegaskan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga petani, guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah berharap penguatan sektor pertanian tidak hanya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis pangan.

Gatot Nurmantyo Ungkap Dugaan Intervensi Jabatan di Era Jokowi: “Saya Dicopot Karena Tidak Nurut”
Hardiknas 2026, Prabowo Targetkan 70 Ribu Sekolah Direnovasi Tahun Ini, Tuntas 2028
Kemkomdigi Siap Tindak Hukum Penyebar Video Hoaks Serangan Terhadap Presiden
May Day 2026 di Monas, Prabowo Tegaskan Bela Buruh dan Rakyat Kecil