Connect with us

BERITA

Harga BBM Asia Tenggara Naik Imbas Minyak Dunia Tembus US$100, Indonesia Tahan Subsidi

Published

on

Example 300x300

Jakarta | MantikNews.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah negara Asia Tenggara mengalami kenaikan signifikan seiring lonjakan harga minyak mentah dunia. Minyak Brent yang menembus US$100 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama kenaikan tersebut.

Kenaikan terjadi dalam sebulan terakhir dari kisaran US$65–70 per barel menjadi US$100 per barel, dipicu gangguan pasokan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Dampaknya, sejumlah negara menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk menutup lonjakan biaya impor energi.

Harga BBM di Asia Tenggara Naik

Di Thailand, penyesuaian harga dilakukan sejak 21 Maret 2026 oleh operator seperti PTT dan Bangchak. Harga bensin dan diesel kini berada di kisaran 24,79–44,64 baht per liter, tergantung jenisnya.

Sementara di Vietnam, kenaikan lebih tajam terjadi sejak 19 Maret 2026. Bensin RON95 tercatat mencapai 30.690 dong per liter (naik sekitar 20 persen), sedangkan diesel menyentuh 33.420 dong per liter (naik 34 persen). Secara kumulatif sejak Februari, kenaikan bahkan melebihi 50 persen untuk bensin dan sekitar 70 persen untuk diesel.

Di Singapura, harga BBM naik bertahap di berbagai operator. Bensin RON95 berada di kisaran 2,91–2,92 dolar Singapura per liter, sementara diesel berkisar 2,61–2,70 dolar Singapura per liter.

Adapun di Malaysia, harga BBM non-subsidi juga meningkat dalam dua pekan terakhir. RON97 naik menjadi 4,55 ringgit per liter, dan diesel 4,72 ringgit per liter. Namun, RON95 tetap di 1,99 ringgit per liter karena masih disubsidi pemerintah.

Indonesia Tahan BBM Subsidi

Di tengah tren kenaikan regional, Indonesia masih menahan harga BBM subsidi. Hingga Maret 2026, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sementara itu, penyesuaian terjadi pada BBM non-subsidi. Harga Pertamax (RON92) tercatat Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON95) Rp12.900, dan Pertamax Turbo (RON98) Rp13.100 per liter. Produk diesel non-subsidi berada di kisaran Rp14.200–Rp14.500 per liter.

Harga serupa juga terlihat pada operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo yang menjual BBM RON92 di kisaran Rp12.390 per liter dan diesel sekitar Rp14.600 per liter.

Dampak ke Ekonomi dan Masyarakat

Kenaikan harga BBM di kawasan dipicu oleh beberapa faktor utama, yakni lonjakan harga minyak global, ketegangan geopolitik, serta penyesuaian kebijakan energi masing-masing negara.

Dampaknya, masyarakat menghadapi kenaikan biaya transportasi dan logistik, yang berpotensi mendorong inflasi serta menekan daya beli.

Indonesia relatif lebih stabil karena kebijakan subsidi, namun tetap menghadapi tekanan fiskal dan risiko lanjutan jika harga minyak dunia terus meningkat.

 
 
Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *