Connect with us

BERITA

Desak Prabowo Menarik Diri dari BoP Massa ‘Weekend Melawan’ Demo di DPR

Published

on

KTT Board of Peace kemarin di Wash DC. (x.com/thesmallmoney)
Example 300x300

Jakarta | MantikNews.com – Massa aksi yang tergabung dalam gerakan “Weekend Melawan” menggelar demonstrasi di depan Kompleks DPR/MPR/DPD RI, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026). Dalam aksi tersebut, massa melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait sikap pemerintah Indonesia terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.

Orator aksi sekaligus Ketua Badan Pengurus Centra Initiative, Al Araf, menyebut kritik yang diarahkan kepada Presiden Prabowo dilatarbelakangi sikap pemerintah yang dinilai tidak menunjukkan respons tegas terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional tersebut.

“Ketika terjadi suatu bentuk pelanggaran hukum internasional dan konstitusi, orang pertama yang harus bersikap adalah presiden. Sayangnya, itu tidak dilakukan,” ujar Al Araf usai menyampaikan orasi di lokasi aksi.

Menurutnya, sebagai kepala negara, Presiden seharusnya menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk imperialisme dan penjajahan yang dilakukan oleh negara adikuasa. Ia menilai serangan yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

Al Araf juga menyoroti sikap sejumlah tokoh nasional yang telah lebih dulu menyampaikan kecaman atas serangan tersebut, di antaranya Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, menurutnya, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan yang dinilai cukup tegas.

Dalam orasinya, Al Araf juga mengaitkan sikap pemerintah dengan keanggotaan Indonesia dalam forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Ia menduga keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berpengaruh terhadap sikap politik luar negeri pemerintah.

Ia menyebut forum BoP diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang juga disebut sebagai ketua forum tersebut.

“Ini yang membuat Prabowo terkunci oleh Trump,” kata Al Araf.

Atas dasar itu, koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam aksi Weekend Melawan mendesak pemerintah untuk menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP).

Menurut Al Araf, keluar dari forum tersebut tidak akan melemahkan posisi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Ia menilai Indonesia masih memiliki banyak jalur diplomasi lain, seperti melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kalau ada yang menyatakan keluarnya Indonesia dari BoP hanya akan membuat kita menjadi penonton, saya tegaskan itu keliru,” ujar Al Araf yang juga merupakan Dosen Studi Pertahanan dan Keamanan Universitas Brawijaya.

Sebelumnya, desakan agar Indonesia keluar dari keanggotaan BoP juga disuarakan oleh sejumlah kalangan, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, perguruan tinggi, hingga mahasiswa.

Dalam tausyiah MUI yang tertuang dalam surat bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026, organisasi tersebut meminta pemerintah mempertimbangkan pencabutan keanggotaan Indonesia dari BoP.

MUI menilai forum tersebut belum menunjukkan efektivitas dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina secara nyata, terlebih setelah muncul dinamika geopolitik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam serangan terhadap Iran.

Aksi “Weekend Melawan” sendiri berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib hingga massa membubarkan diri.

Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *