Connect with us

BERITA

BNPB Ngebut Tangani Darurat di Sumatra, Kepala BNPB Pantau Langsung

Published

on

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11) sore. (Foto: Bikom Kebencanaan / Dume Harjuti Sinaga)
Example 300x300

Sumatra | MantikNews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memerintahkan jajaran BNPB untuk memaksimalkan percepatan penanganan darurat bencana di tiga provinsi yang tengah menghadapi dampak banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Instruksi tersebut disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung kondisi terdampak dan memimpin rapat koordinasi bersama seluruh tim BNPB yang telah disebar ke wilayah-wilayah krisis, Sabtu (29/11) di Tapanuli Utara.

Dalam arahannya, Kepala BNPB menegaskan tiga fokus utama penanganan darurat yang harus dijalankan tanpa jeda:

  1. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban hilang
  2. Pemulihan akses komunikasi
  3. Percepatan pendistribusian logistik bagi warga terdampak

“Cuaca di sejumlah lokasi mulai membaik. Ini harus dimaksimalkan untuk mempercepat seluruh operasi lapangan,” tegas Suharyanto.

Operasi SAR di Sumatra Utara dipusatkan di Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, di mana sejumlah warga masih dilaporkan hilang. Di Sibolga, tiga orang masih dalam pencarian.

Suharyanto menginstruksikan agar operasi SAR dilaksanakan 24 jam penuh, dipimpin Basarnas dan diperkuat TNI, Polri, serta relawan.

Seiring hal itu, pergerakan logistik terus didorong. Helikopter MI-17 dan dua helikopter lainnya dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang masih terisolir, khususnya di Tapanuli Tengah. Akses darat Tarutung–Sibolga masih terputus akibat material longsor di beberapa titik.

Untuk percepatan suplai bantuan ke Sibolga, pemerintah berkoordinasi dengan TNI AL guna membuka jalur distribusi logistik melalui Pelabuhan Jago-jago.

Sementara itu, BNPB telah mengirimkan sejumlah unit Starlink ke Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan untuk memulihkan jaringan komunikasi yang terputus akibat bencana.

Pemerintah pusat dan daerah turut bergerak cepat menangani bencana besar yang melanda Provinsi Aceh sejak Kamis (27/11). Tim BNPB yang dipimpin Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah telah berada di lokasi sejak awal fase darurat.

Laporan terbaru menunjukkan jalur darat di lima kabupaten – Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya – sudah kembali dapat dilalui sejak tadi malam, sehingga distribusi logistik langsung dipercepat. Bantuan berupa permakanan, sembako, dan kain sarung mulai disalurkan ke masyarakat.

Untuk wilayah yang tetap sulit dijangkau, seperti Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur, BNPB mengerahkan satu pesawat caravan dan enam helikopter, masing-masing dari TNI AD, TNI AU, TNI AL dan armada BNPB. Kapal cepat juga disiagakan untuk memperkuat jalur distribusi, khususnya di kawasan Lhokseumawe.

Upaya pemulihan komunikasi dilakukan dengan mengalokasikan 28 unit Starlink dan 33 genset. Sementara itu, empat dapur umum dibuka di bawah koordinasi Kemensos untuk memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi. Pemerintah juga menangani kelangkaan BBM di beberapa daerah terdampak dengan koordinasi bersama Pertamina.

Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *