Published
1 hari agoon

Jakarta | MantikNews.com — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya peran aktif Pasukan Kuning Dinas Bina Marga dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan di Ibu Kota. Ia meminta seluruh personel tidak lagi bergantung pada laporan masyarakat, melainkan melakukan pemantauan rutin dan respons cepat di lapangan.
Instruksi tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan apresiasi, silaturahmi, dan halalbihalal bersama Pasukan Kuning di Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian, dan Pengukuran Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (14/4). Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 personel.
Dalam arahannya, Pramono menekankan bahwa pelayanan publik yang optimal menuntut kepekaan dan ketelitian petugas terhadap kondisi jalan, tanpa harus menunggu aduan warga atau isu yang viral di media sosial.
“Saya ingin mengingatkan, pekerjaan ini tidak cukup hanya mengandalkan laporan atau komplain warga. Jangan hanya bekerja karena sesuatu yang viral. Kepekaan dalam memantau kondisi jalan adalah bentuk pelayanan yang sesungguhnya,” ujar Pramono.
Ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Bina Marga, khususnya kepala suku dinas di lima wilayah kota administrasi, untuk memastikan seluruh ruas jalan dalam kondisi baik dan bebas dari lubang melalui pengawasan berkala.
Di sisi lain, Pramono memberikan apresiasi atas kinerja Pasukan Kuning yang dinilai konsisten menjaga infrastruktur kota di berbagai kondisi. Dengan kekuatan sekitar 1.500 personel, mereka disebut menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Dedikasi Pasukan Kuning yang bekerja siang dan malam, dalam kondisi hujan maupun panas, merupakan kontribusi nyata bagi masyarakat. Saya memberikan penghargaan dan rasa hormat atas kerja keras tersebut,” katanya.
Pramono juga menyoroti respons cepat Pasukan Kuning dalam menangani kerusakan jalan akibat tingginya curah hujan pada akhir 2025 hingga awal 2026. Menurutnya, penanganan darurat yang cepat, meski bersifat sementara, sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Saya melihat langsung bagaimana Pasukan Kuning tetap siaga dan bergerak cepat di lapangan. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan warga,” tuturnya.
Selain perbaikan jalan, Pasukan Kuning juga memiliki peran strategis dalam pemeliharaan trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO), pompa underpass, penerangan jalan umum (PJU), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
“Kerja ini mungkin tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut mengingatkan pentingnya profesionalisme dan kedisiplinan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk dalam penggunaan peralatan dan material, guna menjamin keselamatan petugas dan pengguna jalan.
Momentum halalbihalal, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
“Jadikan momen ini sebagai perekat kebersamaan dan pemantik semangat baru untuk terus melayani warga Jakarta dengan lebih baik,” kata Pramono.
Menutup sambutannya, Pramono mengajak seluruh jajaran memperkuat semangat #JagaJakarta serta mempercepat terwujudnya Jakarta bebas jalan berlubang melalui sinergi yang solid.
“Pasukan Kuning adalah ujung tombak dalam menjaga infrastruktur kota. Kinerja ini harus terus dipertahankan demi mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang aman, nyaman, dan inklusif,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, Gubernur Pramono juga menyerahkan penghargaan kepada 10 anggota Pasukan Kuning berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang. (Diks/MtkNews)

Pramono Anung Lantik 11 Pejabat Eselon II DKI, Terapkan Manajemen Talenta untuk Perkuat Kinerja Birokrasi
Pengamat Nilai Penempatan Jaksa Bermasalah di Pengawasan Kurang Tepat
Wagub DKI Jakarta Rano Karno Tinjau TMII, Anjungan DKI Siap Direvitalisasi Berbasis Digital
Pemprov DKI Tegaskan Larangan Kendaraan Dinas Dipakai Mudik, Pelanggar Terancam Sanksi