Connect with us

BERITA

Netty Aher Minta Kejelasan Keamanan Susu Formula Bayi di Indonesia

Published

on

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher (Foto:Dok_Andri, Parlementaria)
Example 300x300

Jakarta | MantikNews.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menaruh perhatian serius terhadap informasi penarikan (recall) susu formula bayi produksi Nestlé di sejumlah negara, menyusul dugaan kontaminasi zat beracun cereulide. Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan bayi merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam sistem pangan dan kesehatan nasional.

“Bayi adalah kelompok paling rentan. Karena itu, setiap potensi risiko pada produk pangan bayi harus ditangani dengan sangat serius dan penuh kehati-hatian,” ujar Netty dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Netty mengapresiasi langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah melakukan penelusuran awal serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas internasional terkait isu tersebut. Menurutnya, respons cepat dan berbasis data sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kita menghargai upaya BPOM yang segera melakukan penelusuran. Yang terpenting sekarang adalah memastikan bahwa produk susu formula yang beredar di Indonesia benar-benar aman dan tidak termasuk dalam batch yang ditarik di negara lain,” kata politisi Fraksi PKS tersebut.

Ia menilai, di tengah kompleksitas rantai pasok global, transparansi informasi kepada masyarakat menjadi kunci agar tidak menimbulkan kepanikan, sekaligus memberikan kepastian dan rasa aman bagi para orang tua.

“Orang tua berhak mendapatkan informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami. Ini penting agar masyarakat tetap tenang, namun juga waspada dan terlindungi,” tegas Netty.

Lebih lanjut, Netty menekankan pentingnya penguatan sistem ketertelusuran (traceability) terhadap produk pangan impor, khususnya produk yang dikonsumsi bayi dan anak. Sistem tersebut dinilai krusial agar setiap potensi masalah dapat segera dilokalisasi dan ditangani secara tepat.

“Kita perlu terus memperkuat sistem pengawasan dan ketertelusuran produk pangan, sehingga jika terjadi masalah, penanganannya bisa cepat, terukur, dan tidak meluas,” ujarnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Kesehatan dan BPOM, Komisi IX DPR RI, lanjut Netty, akan terus mendorong pengawasan yang ketat terhadap keamanan pangan demi melindungi kesehatan publik.

“Keamanan pangan adalah bagian integral dari perlindungan kesehatan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat, kita berharap keselamatan konsumen—terutama bayi dan anak—tetap terjaga,” pungkasnya.

Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *