BERITA
Banjir Sumut Ganggu 495 Site Telekomunikasi, Komdigi Pastikan Pemulihan Dipercepat
Jakarta | MantikNews.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Rabu (26/11), berdampak serius terhadap infrastruktur layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah. Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan seluruh operator tengah melakukan pemulihan jaringan secara bertahap.
Hasil koordinasi PMT dengan operator seluler menunjukkan bahwa banjir menyebabkan 495 site telekomunikasi atau 5,15% dari total 9.612 site di Sumatera Utara mengalami gangguan. Infrastruktur yang terdampak berada di wilayah layanan Telkomsel, Indosat, dan XL Smart Telecom Sejahtera.
Dampak Gangguan Berdasarkan Wilayah
Sejumlah daerah mengalami gangguan cukup signifikan, terutama wilayah kepulauan dan pesisir yang terdampak banjir paling parah. Antara lain:
- Tapanuli Tengah: 167 site (23,19% dari total 720 site)
- Gunungsitoli: 47 site (16,15% dari total 291 site)
- Kota Sibolga: 35 site (26,52% dari total 132 site)
- Nias Selatan: 41 site (11,11% dari total 369 site)
- Nias Barat, Nias Utara, dan Nias: turut melaporkan gangguan belasan site
Sementara di kota besar seperti Medan, gangguan relatif kecil, yakni 64 site atau 0,96% dari total 6.648 site.
XL Smart Telekom: 80 Site Terdampak
XL Smart Telecom melaporkan 80 site mengalami gangguan pada pukul 11.00 WIB. Wilayah dengan persentase gangguan terbesar mencakup:
- Kecamatan Lumut: 100% dari 1 site
- Muara Batang Toru: 60% dari 5 site
- Marancar: 50% dari 2 site
- Pinangsori: 50% dari 4 site
- Sosorgadong, Sirandorung, Sorkam Barat: 40–42% site terdampak
Sebagian besar merupakan wilayah yang akses jalannya masih terisolasi akibat banjir.
Indosat Ooredoo Hutchison: 79 Site Bermasalah
Indosat melaporkan 79 site terganggu sejak pukul 10.52 WIB. Beberapa titik paling terdampak di antaranya:
- Kecamatan Arse: 100% (3 site)
- Marancar: 66,67% (2 dari 3 site)
- Sipirok: 24% dari 25 site
- Pandan: 8 site atau 16,33%
- Badiri: 35,71% (5 dari 14 site)
Gangguan terbesar terjadi di wilayah yang mengalami banjir bandang dan tanah longsor.
Telkomsel: 336 Site Mengalami Gangguan
Telkomsel menjadi operator dengan jumlah site terdampak terbesar, mencapai 336 site, mencakup puluhan kecamatan.
Beberapa wilayah dengan dampak signifikan antara lain:
- Gunungsitoli: 27 site (24,11% dari 112 site)
- Medan Amplas: 22 site (16,79% dari 131 site)
- Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara: terdampak di atas 15–28% site
- Tukka: 35,71% dari 70 site
- Tapian Nauli: 23,80% dari 105 site
- Teluk Dalam: 16,67% dari 384 site
Wilayah barat Sumatera Utara yang berdekatan dengan titik banjir melaporkan gangguan paling intens.
Penyebab Gangguan: Listrik Padam & Transmisi Terganggu
PMT menjelaskan bahwa mayoritas site telekomunikasi mengalami down akibat:
- Terputusnya aliran listrik PLN
- Terhambatnya pasokan genset karena akses jalan terendam
- Gangguan transmisi yang memutus konektivitas antarlokasi
Operator telah mengerahkan genset sebagai catu daya alternatif, namun distribusinya masih terkendala banjir. Routing ulang jaringan ke titik yang masih aktif juga dilakukan sebagai mitigasi sementara.
Kementerian Komunikasi dan Digital, melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital, memastikan monitoring berlangsung 24 jam bekerja sama dengan:
- Balai Monitor SFR Kelas I Medan
- Pemerintah daerah
- Seluruh operator telekomunikasi
Upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan telekomunikasi segera pulih dan tetap dapat diandalkan oleh masyarakat di wilayah terdampak bencana.