Scroll untuk baca artikel
BERITA

Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Perkuat Transformasi dan Perluas Kontribusi bagi Ekonomi Kerakyatan

Qiran
57
×

Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Perkuat Transformasi dan Perluas Kontribusi bagi Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Kantor PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pusat. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkokoh posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, melalui transformasi bisnis, penguatan kinerja keuangan, serta peningkatan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Langkah ini semakin diperkuat, sejak Perseroan berada di bawah pengawasan dan supervisi Lembaga Pengelola Investasi Danantara.

Kinerja positif yang dibukukan sepanjang tahun buku 2025 menjadi fondasi kokoh bagi BRI, untuk kembali memberikan kontribusi besar kepada negara, melalui pembagian dividen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, telah disetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham.

Besaran dividen tersebut berasal dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Capaian ini kembali menempatkan BRI, sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara.

Performa positif berlanjut pada awal tahun 2026. Hingga akhir Triwulan I, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau naik 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun, dengan pertumbuhan tahunan 9,4 persen.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyatakan, keberadaan Danantara menjadi momentum strategis, untuk mempercepat transformasi perusahaan, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Menurutnya, BRI akan tetap berfokus pada penguatan bisnis inti, pengembangan sumber pertumbuhan baru, serta memastikan setiap langkah pertumbuhan perusahaan memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Sebagai pilar utama transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang difokuskan pada penguatan fondasi bisnis, peningkatan efisiensi operasional, percepatan digitalisasi layanan, pengembangan lini bisnis baru, hingga optimalisasi struktur pendanaan.

“Program ini diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan daya saing BRI di tengah dinamika ekonomi, serta perkembangan teknologi yang pesat,” harap Hery

Transformasi juga ditandai dengan peluncuran identitas korporasi baru, atau corporate rebranding yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-130 BRI pada Desember 2025.

Rebranding tersebut mengusung semangat “Satu Bank untuk Semua”, dengan tetap mempertahankan komitmen utama perusahaan terhadap pemberdayaan UMKM, dan pembangunan ekonomi nasional.

Dari sisi pendanaan, BRI berhasil meningkatkan komposisi dana murah (CASA) menjadi Rp1.058,6 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan.

Peningkatan ini mendorong rasio CASA mencapai 68,07 persen, dan menurunkan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen.

“Perbaikan struktur pendanaan ini didukung lonjakan transaksi digital, melalui layanan BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, serta QRIS BRI,” ujar dia.

Komitmen pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terus diperkuat, melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Mei 2026, realisasi KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau sekitar 46,87 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun.

Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian sebagai penerima manfaat terbesar.

Di sektor perumahan, BRI juga memperluas dukungan melalui Kredit Pemilikan Properti (KPP). Sampai akhir Mei 2026, penyaluran KPP telah mencapai Rp9,5 triliun kepada lebih dari 68 ribu debitur.

“Perseroan bahkan menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari semula Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, seiring tingginya kebutuhan pembiayaan hunian masyarakat,” beber Hery.

Wujud nyata komitmen terhadap ekonomi kerakyatan juga dijalankan melalui beragam program pemberdayaan.

Hingga saat ini, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani sekitar 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha, melalui program Klasterku Hidupku guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Sementara itu, penguatan kinerja BRI Group juga menunjukkan hasil positif. Hingga Triwulan I 2026, perusahaan-perusahaan anak menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau sekitar 25,1 persen terhadap total laba bersih konsolidasian Perseroan.

Kontribusi ini membuktikan, semakin kuatnya diversifikasi bisnis, dalam menopang pertumbuhan BRI secara berkelanjutan.

Terpisah, Chief Operating Officer (COO) Danantara, sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menilai, kinerja positif bank-bank Himbara menjadi modal penting, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Penguatan kinerja perbankan milik negara akan memperbesar kapasitas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif, seperti industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, UMKM, hingga berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Example 400x400