Scroll untuk baca artikel
BERITA

Pangdam Cup Pacuan Kuda Didorong Jadi Event Nasional untuk Angkat MBD sebagai Ikon Pariwisata Budaya

Qiran
57
×

Pangdam Cup Pacuan Kuda Didorong Jadi Event Nasional untuk Angkat MBD sebagai Ikon Pariwisata Budaya

Sebarkan artikel ini
Penyerahan secara simbolis piala bergilir Pangdam XV/Pattimura Cup Lomba Pacuan Kuda 2026, Senin (6/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto mendorong pelaksanaan Pangdam XV/Pattimura Cup Lomba Pacuan Kuda 2026 berkembang menjadi agenda berskala nasional, yang sekaligus mengangkat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), sebagai ikon pariwisata budaya di Provinsi Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Pangdam, saat penyerahan secara simbolis piala bergilir Pangdam XV/Pattimura Cup Lomba Pacuan Kuda 2026, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kejuaraan ini menjadi peluang besar bagi MBD, untuk memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi daerah kepada khalayak nasional maupun internasional.

Mayjen TNI Dody Triwinarto menyebutkan, piala bergilir Pangdam XV/Pattimura Cup merupakan piala terbesar yang pernah diperebutkan dalam ajang pacuan kuda di Maluku, karena dilengkapi dengan total hadiah yang besar.

Ia menilai, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan tonggak awal pengembangan budaya dan pariwisata di Pulau Moa.

“Harapan kita, Moa menjadi ikon Provinsi Maluku, sekaligus dikenal sebagai kota pacuan kuda. Jika selama ini pacuan kuda identik dengan Nusa Tenggara Timur (NTT), di MBD kita punya keunikan tersendiri karena dipadukan dengan atraksi kerbau yang tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Pangdam menargetkan ke depannya kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai provinsi hingga menjadi ajang tingkat nasional.

Rencananya, Pangdam XV/Pattimura Cup akan digelar pada awal Oktober 2026, bertepatan atau sesudah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI.

Ia menekankan, bahwa keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kualitas penyelenggaraan. Oleh karena itu, panitia pelaksana dan pemerintah daerah diminta mempersiapkan segala kebutuhan secara matang sejak dini, agar acara berlangsung spektakuler.

Pangdam juga menyoroti kawasan Gunung Kerbau, yang menjadi salah satu lokasi kegiatan perlu ditata dengan baik. Di lokasi tersebut terdapat prasasti yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, saat masih menjabat Menteri Pertahanan, dalam peresmian program penyediaan air.

Kawasan itu diharapkan dibersihkan dan disempurnakan, sehingga menjadi salah satu daya tarik dan titik kunjungan pengunjung.

Lebih lanjut, penyerahan piala bergilir ini menjadi simbol penyemangat, sekaligus bukti bahwa MBD memiliki potensi besar untuk berkembang.

Terlebih, dalam waktu dekat pembangunan Proyek Blok Masela akan memasuki tahap groundbreaking, yang diyakini membawa dampak positif signifikan bagi wilayah ini.

“Karena itu, Forkopimda MBD harus merencanakan kegiatan ini dengan matang. Semua unsur harus kompak, agar pelaksanaannya sukses dan mampu menarik perhatian masyarakat luas,” tegasnya.

Ia berharap, kemeriahan event ini dapat dipublikasikan secara luas melalui berbagai saluran media, sehingga mampu menarik perhatian dunia internasional terhadap potensi wisata dan budaya MBD.

Selain pacuan kuda dan lomba kerbau, Pangdam menilai masih banyak kekayaan alam, serta potensi wisata lain yang belum dikembangkan secara maksimal.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) MBD, untuk aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, guna memperoleh dukungan pengembangan sektor pariwisata.

Gagasan penyelenggaraan Pangdam XV/Pattimura Cup sendiri berawal dari arahan pimpinan TNI Angkatan Darat, khususnya Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yang terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui program seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Pada pelaksanaan TMMD di MBD, kami melihat daerah ini memiliki kekayaan budaya dan potensi lokal yang luar biasa, sehingga muncul gagasan untuk mengembangkannya menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.

Semakin banyak wisatawan yang datang menyaksikan atraksi budaya dan menikmati destinasi wisata di MBD, lanjutnya, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga.

Pangdam juga menegaskan, momentum ini sangat strategis untuk mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif di Maluku.

“Harapan kami, melalui pengembangan pariwisata dan budaya, percepatan pembangunan di MBD dapat terwujud. MBD tidak hanya dikenal nasional, tapi juga internasional. Dampaknya tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Ia mengibaratkan hubungan TNI dan masyarakat seperti ikan dengan air yang tak terpisahkan, sehingga pembangunan harus dimulai dari desa, dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Selama ini potensi budaya, peternakan kuda, dan kerbau di MBD masih dikelola secara tradisional, sehingga perlu dikembangkan menjadi atraksi wisata yang lebih modern dan bernilai ekonomi tinggi.

“Selama ini masyarakat lebih mengenal daerah lain, sebagai tuan rumah event serupa. Karena itu, kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, melalui pacuan kuda dan lomba kerbau, sebagai unggulan yang spektakuler di MBD,” katanya.

Ia mengaku, mewujudkan cita-cita ini membutuhkan proses, kerja sama, dan komitmen bersama.

Oleh karena itu, Pangdam mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, untuk bersinergi menyukseskan acara ini sebagai sarana promosi daerah, sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku Barat Daya.

Example 400x400