Jakarta | MantikNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang pembangunan jalur LRT Jakarta dengan menambah rute dari Manggarai hingga Dukuh Atas, sehingga total panjang lintasan menjadi 14,2 kilometer.
Keputusan tersebut menambah sekitar 2 kilometer dari rencana sebelumnya yang hanya mencakup jalur Velodrome–Manggarai sepanjang 12,2 kilometer.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perpanjangan jalur tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota, khususnya menghubungkan pusat-pusat mobilitas masyarakat dengan kawasan transit utama.
Menurut Pramono, penambahan rute menuju Dukuh Atas dinilai strategis karena kawasan tersebut merupakan salah satu simpul transportasi terintegrasi terbesar di Jakarta.
“Panjang rute bertambah sekitar dua kilometer dengan penambahan jalur Manggarai sampai Dukuh Atas, sehingga totalnya menjadi 14,2 kilometer,” ujar Pramono.
Dengan perpanjangan tersebut, jalur LRT Jakarta nantinya akan melayani lintasan Velodrome–Manggarai–Dukuh Atas, yang diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat dari kawasan timur Jakarta menuju pusat bisnis dan area transit utama.
Dukuh Atas sendiri saat ini menjadi titik integrasi berbagai moda transportasi massal, mulai dari MRT Jakarta, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara, sehingga penambahan jalur LRT dinilai akan memperkuat sistem transportasi terhubung di Jakarta.
Pemprov DKI menilai pengembangan LRT menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan, menekan penggunaan kendaraan pribadi, serta meningkatkan penggunaan transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah titik strategis Jakarta.
Hingga kini, pemerintah masih menyiapkan tahapan teknis dan perencanaan lanjutan terkait pembangunan jalur tambahan tersebut, termasuk skema pembiayaan, konstruksi, serta integrasi dengan moda transportasi lain yang sudah beroperasi di Ibu Kota.***













