Jakarta | mantiknews.com – Menteri Hukum dan HAM (Menkum), Supratman Andi, mengadakan pertemuan dengan pimpinan DPR, membawa suara para mahasiswa yang mengkhawatirkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Th 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Dialog singkat ini berlangsung di area Gerbang Pancasila Gedung DPR dengan mahasiswa Universitas Trisakti, pada Rabu (19/03/2025).
Durasi 15 menit pertemuan, Menkum Supratman dikelilingi oleh mahasiswa yang secara tegas menyatakan penolakan terhadap RUU TNI, mengingat pentingnya menjaga supremasi sipil sesuai amanat reformasi.
Ditemani anggota Komisi XIII DPR, Vita Ervina, Supratman berkomitmen untuk menjembatani antara mahasiswa, pemerintah, dan pimpinan DPR.”Saya akhirnya bisa bertemu dengan teman-teman presiden mahasiswa dan seluruh anggota mahasiswa Universitas Trisakti. Semua tuntutan terkait pembahasan RUU TNI sudah saya dengar, dan saya akan berusaha menjelaskannya kepada pihak terkait,” ujar Supratman.
Dalam penjelasannya, Supratman menambahkan bahwa aspirasi mahasiswa agar RUU TNI tidak dilanjutkan mungkin saja terwujud, mengingat adanya kekhawatiran mengenai dwifungsi TNI. “Tuntutan mahasiswa agar RUU TNI tidak dilanjutkan juga muncul dari kekhawatiran akan adanya dwifungsi ABRI, dan itu harus kita cermati,” ujarnya di halaman Gedung Nusantara II.
Setelah menyampaikan pandangan mahasiswa kepada pimpinan DPR, Supratman berencana untuk kembali berkomunikasi dengan mereka. Sayangnya, mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya sudah meninggalkan lokasi sebelum Supratman kembali. Dilansir dari kemenkum.go.id