BERITA

Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Gerakan Literasi

Qiran
24
×

Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Gerakan Literasi

Sebarkan artikel ini
Kegiatan membaca, yang melibatkan warga binaan bersama peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (2/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Upaya membangun kebiasaan positif, di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai.

Salah satunya melalui kegiatan membaca, yang melibatkan warga binaan bersama peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di beranda Lapas Wahai tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

Selain memberikan kesempatan untuk mengisi waktu secara produktif, aktivitas membaca juga diarahkan, untuk memperluas pengetahuan dan membuka ruang bagi warga binaan, dalam mengembangkan potensi diri.

Sejumlah koleksi bacaan dimanfaatkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari buku keagamaan, pendidikan, pengetahuan umum hingga buku-buku motivasi menjadi pilihan warga binaan, selama mengikuti kegiatan literasi.

Peserta MagangHub turut mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka mendampingi warga binaan selama membaca, membantu menata bahan bacaan, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan komunikatif.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri mengatakan, pembinaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan keterampilan, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi warga binaan, untuk memperkaya pengetahuan.

Menurutnya, budaya membaca dapat menjadi salah satu cara sederhana, untuk membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.

“Kami ingin, warga binaan memanfaatkan waktu selama berada di lapas, dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Membaca menjadi salah satu pilihan, karena dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Kehadiran peserta MagangHub juga memberikan dukungan positif, sehingga kegiatan ini bisa dikemas lebih menarik,” kata Usman.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menambahkan, kegiatan literasi diharapkan dapat dikembangkan menjadi aktivitas, yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menilai, pendampingan dari peserta MagangHub memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan kegiatan, terutama dalam membangun suasana belajar yang lebih interaktif bagi warga binaan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini semakin diminati, dan bisa menjadi kebiasaan yang baik. Membaca bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga membantu warga binaan memperoleh pengetahuan baru, dan mengembangkan cara berpikir,” ujarnya.

Dia berharap, kegiatan literasi tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan positif Warga Binaan. Tidak hanya selama menjalani masa pidana, budaya membaca juga diharapkan mampu menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas diri, dan mendukung proses reintegrasi sosial, ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Sementara itu, peserta MagangHub, Alex Sandro Tomio mengaku senang, dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan tersebut.

Ia melihat adanya antusiasme dari warga binaan, untuk memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia.

“Kami melihat semangat mereka untuk membaca dan belajar cukup tinggi. Itu menjadi motivasi bagi kami, untuk terus memberikan pendampingan, serta membantu menghadirkan bahan bacaan yang bermanfaat,” ungkap Alex.

Hal serupa disampaikan warga binaan berinisial BR. Menurutnya, kegiatan membaca memberikan pengalaman berbeda selama menjalani masa pembinaan, karena dapat digunakan untuk mengisi waktu, sekaligus memperoleh pengetahuan baru.

BR juga mengapresiasi pendampingan yang diberikan petugas lapas dan peserta MagangHub, selama kegiatan berlangsung.

“Dengan membaca, waktu luang menjadi lebih bermanfaat dan saya bisa mendapatkan pengetahuan baru. Pendamping dari peserta magang juga sangat membantu dan ramah,” tuturnya.

Example 400x400