BERITA

Taborat Siap Kawal Tiga Kebutuhan Mendesak Warga Lorwembun

Qiran
19
×

Taborat Siap Kawal Tiga Kebutuhan Mendesak Warga Lorwembun

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Andreas JW Taborat, saat bertemu masyarakat Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, KKT, dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (3/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Andreas JW Taborat menyatakan, bahwa dirinya siap membawa sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), ke tingkat pemerintah provinsi.

Tiga kebutuhan yang mendapat perhatian yakni pembangunan talud penahan banjir, jalan tani dan sarana air bersih berupa sumur bor.

Hal itu disampaikan Taborat, saat bertemu masyarakat dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Menanggapi persoalan tersebut, Taborat menyatakan akan menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

“Soal talud sungai, saya akan perjuangkan ke Pemerintah Provinsi Maluku,” tegasnya.

Taborat meminta masyarakat membentuk kelompok tani agar usulan tersebut lebih mudah diarahkan ke program pemerintah.

“Bikin kelompok tani supaya kita usulkan, agar bisa dapat. Kalau perlu, langsung ke rumah saja,” katanya.

Ia memastikan kebutuhan jalan tani akan dibawa ke tingkat provinsi.

“Jalan tani ini saya akan bawa ke provinsi, untuk menjawab aspirasi warga karena ini sangat penting,” tegas Taborat.

Taborat mengaku, kebutuhan sarana air bersih masih menjadi pekerjaan yang perlu diperhatikan.

Ia menyebut, sebelumnya terdapat bantuan pompa air yang mengalami kerusakan, karena kurangnya pemeliharaan.

“Untuk pompa air ada beberapa masalah, karena dulu kami bantuan ke sana tidak ada yang rawat dan rusak. Tapi tetap jadi perhatian,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan SPAM Air Bersih, untuk kawasan Alusi Raya masih terkendala efisiensi anggaran.

“Kita sudah usul untuk membangun SPAM air bersih, tetapi sampai saat ini belum bisa jalan, karena ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Taborat berharap, program tersebut dapat kembali berjalan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Semoga tahun depan bisa terjawab dan ini menjadi prioritas saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Lorwembun, Pius Batlajery mengatakan, persoalan banjir menjadi salah satu kebutuhan, yang harus segera ditangani.

Aliran sungai yang tidak tertangani dengan baik, akan membuat masyarakat menghadapi ancaman banjir.

“Talud penahan banjir ini sangat penting bagi kami. Kami berharap, aspirasi ini bisa diperjuangkan, karena menyangkut keamanan masyarakat,” ujar Pius.

Selain talud, masyarakat juga membutuhkan jalan tani. Mayoritas warga Lorwembun bekerja sebagai petani, namun akses menuju kebun masih terbatas sehingga hasil pertanian harus diangkut secara manual.

“Sebagian besar masyarakat kami adalah petani. Jalan tani sangat kami butuhkan, karena selama ini hasil pertanian masih harus dibawa dengan cara dipikul,” jelas Pius.

Kebutuhan lainnya adalah air bersih. Pemerintah desa menyebut, sumber air sebenarnya tersedia, tetapi fasilitas untuk menarik dan menyalurkannya ke permukiman masih menjadi kendala.

“Air kami sebenarnya ada. Persoalannya bagaimana air itu bisa ditarik masuk ke kampung. Karena itu, kami membutuhkan sumur bor dan sarana pendukungnya,” kata Pius.

Example 400x400