Scroll untuk baca artikel
BERITA

DPD IMM PBD Perkuat Arah Perkaderan melalui PIM dan IMMawati Development

46
×

DPD IMM PBD Perkuat Arah Perkaderan melalui PIM dan IMMawati Development

Sebarkan artikel ini
PIM serta IMMawati Development ditutup, dalam agenda seremonial, yang berlangsung Kamis (13/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

SORONG | MantikNews.com – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Papua Barat Daya (PBD) memperkuat strategi perkaderan, dan pengembangan gerakan melalui Pendidikan Instruktur Madya (PIM) serta IMMawati Development. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dalam agenda seremonial, yang berlangsung Kamis (13/8/2026).

Kegiatan penutupan turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan dan tokoh terkait, di antaranya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat Daya, Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Papua Barat Daya, PW Pemuda Muhammadiyah, serta Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.

PIM yang mengusung tema “Ikhtiar Perkaderan: Merawat Perkaderan Instruktur Green Flag” diarahkan untuk mengevaluasi, sekaligus menyusun kembali strategi pembinaan kader IMM, agar lebih sesuai dengan tantangan dan karakteristik wilayah Papua Barat Daya.

Dari proses tersebut, DPD IMM Papua Barat Daya menghasilkan rancangan besar perkaderan yang menempatkan empat karakter sebagai arah pengembangan kader, yakni Kader Teo-Ekologis, Instruktur Green Flag, Intelektual Organik, dan Kader Penggerak.

Konsep tersebut tidak hanya bertumpu pada nilai-nilai perkaderan Muhammadiyah, tetapi juga berupaya mengintegrasikan kearifan lokal Papua.

Relasi masyarakat dengan tanah, alam, dan lingkungan dijadikan salah satu pijakan dalam membentuk karakter kader, agar tetap memiliki keterikatan dengan realitas sosial dan ekologis di daerahnya.

Sementara itu, IMMawati Development yang mengangkat tema “IMMawati Berdampak” menjadi forum khusus, untuk memperkuat posisi dan kontribusi IMMawati dalam gerakan organisasi.

Forum ini melahirkan gagasan mengenai arah pengembangan IMMawati, yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Ketua Umum DPD IMM Papua Barat Daya, Samran Palapa Adji mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas dari sekadar pelaksanaan program perkaderan.

Menurutnya, proses perkaderan harus mampu menjaga kesinambungan gerakan dengan membentuk kader, yang memiliki kemampuan membaca perubahan, sekaligus memahami konteks lingkungan sosial dan budaya tempat mereka berada.

Ia menambahkan, kader IMM tidak cukup hanya memiliki kemampuan memahami gagasan, tetapi juga harus mampu mengolah gagasan tersebut menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui PIM dan IMMawati Development, DPD IMM Papua Barat Daya menegaskan arah baru perkaderan, yang berupaya memadukan nilai-nilai Muhammadiyah dengan konteks lokal Papua,” tegas dia.

Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, kepedulian ekologis, serta kemampuan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Example 400x400