BERITA

Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Sisakan Pohon Saat Buka Lahan

Qiran
18
×

Taborat Minta Warga Sangliat Krawain Sisakan Pohon Saat Buka Lahan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Andreas JW Taborat, saat bertemu masyarakat Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, KKT, dalam agenda reses Masa Sidang III Tahun 2026, Kamis (3/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Andreas JW Taborat meminta masyarakat Desa Sangliat Krawain, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), tidak mengorbankan kelestarian hutan ketika membuka lahan perkebunan.

Demikian disampaikan Taborat, saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (5/9/2026). Pesan tersebut juga telah disampaikan Taborat, saat berdialog dengan masyarakat dalam agenda reses, Kamis (3/9/2026).

Menurut Taborat, pembangunan dan pemanfaatan lahan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, karena keberadaan hutan berkaitan langsung dengan ketersediaan air, dan kehidupan masyarakat.

Ia secara khusus mengingatkan warga, agar berhati-hati ketika menggunakan api untuk membersihkan lahan, terlebih di tengah kondisi musim kemarau.

“Kalau bisa jangan bakar, lebih bagus. Tapi kalau harus bakar, kumpulkan di tengah, jaga api sampai benar-benar mati baru kita pulang,” pesannya.

Taborat juga meminta warga tidak menebang seluruh pohon, yang terdapat di lahan perkebunan.

“Kalau ada pohon di hutan atau di tempat kita bikin kebun, kalau bisa tinggalkan lima pohon. Jangan tebang semua. Karena yang kecil-kecil ini adalah harapan,” ujarnya.

Menurutnya, pohon yang dipertahankan hari ini akan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang.

“Pohon kecil itu seperti bayi. Orang tua sudah pergi, tetapi bayi harus kita pelihara supaya tumbuh,” katanya.

Ia bahkan menghitung, jika setiap keluarga mempertahankan sejumlah pohon di lahan mereka, maka jumlah pohon yang terlindungi dapat mencapai ribuan.

“Kalau satu keluarga memiliki satu kebun dan ada lima pohon di dalamnya, berarti sekitar seribu pohon yang kita lindungi. Itu sudah sumbangan besar, untuk lingkungan dan untuk dunia,” tegas Taborat.

Ia menjelaskan, menjaga pohon juga penting, untuk mempertahankan ketersediaan air. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya melihat lahan dari sisi kebutuhan ekonomi jangka pendek.

Taborat menilai, persoalan kerusakan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki yang peran besar, dalam menjaga kawasan tempat mereka hidup.

“Kita harus pelihara dunia, sebagai rumah bersama. Kalau kita bisa melindungi pohon, itu adalah kewajiban kita,” tandasnya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah berbagai keluhan warga Sangliat Krawain mengenai pembangunan, mulai dari gedung sekolah, longsor, banjir, drainase hingga fasilitas peribadatan.

Bagi Taborat, pembangunan tetap penting, tetapi tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan, yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Example 400x400