AMBON | MantikNews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa meminta pemerintah daerah, untuk memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur dasar di kawasan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, khususnya jalan yang rusak dan fasilitas penerangan jalan yang masih minim.
Hal tersebut disampaikan Johan, saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (5/9/2026), setelah menyerap aspirasi masyarakat dalam reses masa sidang III tahun 2026 yang digelar bersama Wadah Pelayanan Perempuan Sektor Sion Jemaat Lateri di Gereja Bukit Sion, Kamis (3/9/2026).
Johan mengatakan, keluhan masyarakat terkait infrastruktur menjadi catatan penting yang akan dibawa, untuk dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada forum reses, tetapi perlu dilihat kemungkinan penanganannya berdasarkan kewenangan, dan kemampuan anggaran.
“Posisi saya sebagai wakil rakyat adalah, menyampaikan dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan hari ini tentu akan kami tindaklanjuti,” kata Johan.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang mulai bergelombang menjadi salah satu persoalan yang cukup dirasakan masyarakat, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga juga mengharapkan adanya peningkatan penerangan, di sejumlah ruas jalan yang dinilai masih kurang.
“Warga berharap, pemerintah dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan raya Lateri. Minimnya penerangan juga dinilai membuat masyarakat merasa kurang aman, ketika melintas pada malam hari,” ujar Johan.
Johan mengatakan pemerintah memang harus mempertimbangkan kemampuan fiskal, dalam setiap pelaksanaan program pembangunan.
Terlebih, kebijakan efisiensi anggaran saat ini turut memengaruhi ruang pemerintah, dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan.
Meski demikian, ia menilai, kebutuhan dasar masyarakat tetap harus dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya.
“Kita akan lihat, dan koordinasikan dengan teman-teman pemerintah daerah. Kalau memungkinkan, kita akan dorong agar persoalan ini bisa mendapatkan perhatian,” ujar Johan.
Menurutnya, penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan sejak awal, justru penting dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi lebih besar.
Karena itu, kondisi jalan dan penerangan yang dikeluhkan warga perlu masuk dalam perhatian pemerintah, sesuai skala prioritas.
“Selain persoalan jalan dan lampu penerangan, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan fasilitas umum lainnya kepada saya, dalam pertemuan tersebut,” ungkap dia.
Johan meminta masyarakat maupun pihak penyelenggara kegiatan dapat menyusun, dan mendokumentasikan seluruh aspirasi secara lengkap.
Dokumentasi itu nantinya akan menjadi bahan, untuk diteruskan kepada pemerintah kota maupun pemerintah provinsi, sesuai bidang kewenangannya.
“Yang penting aspirasi masyarakat ini kita catat. Kita dokumentasikan, kemudian kita lihat bagaimana bentuk intervensi yang bisa dilakukan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, fungsi reses adalah, membuka ruang komunikasi langsung antara wakil rakyat dengan masyarakat.
Melalui pertemuan seperti itu, DPRD dapat mengetahui persoalan yang dihadapi warga, sekaligus melihat kebutuhan pembangunan secara lebih nyata.
“Reses adalah kesempatan bagi kami, untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang disampaikan hari ini, bisa kita perjuangkan bersama,” tandas Johan.
Ia memastikan, seluruh masukan masyarakat Lateri yang disampaikan dalam reses tersebut akan menjadi bahan koordinasi dan pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah, dengan tetap memperhatikan kewenangan, serta kemampuan anggaran daerah.













