Published
2 hari agoon
By
Didik TrionoJakarta | MantikNews.com — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) membuka ruang konkret untuk terlibat dalam stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik, khususnya bagi Palestina.
“Melalui BoP, Indonesia kini memiliki ruang yang lebih konkret untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik,” ujar Meutya dalam Podcast Blak-Blakan Detikcom di Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2026).
Ia menegaskan arah politik luar negeri Indonesia tetap pada prinsip two state solution. Partisipasi di BoP, kata dia, bukan bentuk normalisasi hubungan, melainkan upaya memastikan kepentingan Palestina tetap diperjuangkan dalam setiap tahapan perdamaian.
Menurut Meutya, komitmen Indonesia juga mendapat apresiasi di forum internasional. Ia menyebut pada rapat perdana BoP, Indonesia dinilai sebagai negara besar dan disegani.
Terkait disinformasi yang beredar, Kemkomdigi mengedepankan literasi digital dan klarifikasi terbuka melalui media arus utama. Pemerintah juga memantau konten yang melanggar aturan.
“Jika ada pelanggaran terhadap UU ITE tentu harus diatensi, termasuk pemutusan akses. Namun pada prinsipnya, kita lebih banyak menjawab dengan narasi,” tegasnya.
Meutya mengajak masyarakat tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi dan aktif memeriksa sumber informasi. Transparansi, katanya, menjadi kunci agar kebijakan strategis dipahami secara proporsional.