Scroll untuk baca artikel
BERITA

Ronald: Piala Dunia Jadi Semangat Orang Basudara di Ambon

Qiran
80
×

Ronald: Piala Dunia Jadi Semangat Orang Basudara di Ambon

Sebarkan artikel ini
Flayer nobar pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 antara Tim Nasional Belanda vs Swedia bersama Duta Besar Belanda, di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (21/6/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, pelaksanaan nonton bareng (nobar) laga Piala Dunia FIFA 2026 antara Tim Nasional Belanda dan Swedia bersama Duta Besar Belanda di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (21/6/2026), diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat, serta memperkuat nilai persaudaraan yang selama ini menjadi identitas Kota Ambon.

Kegiatan sebagai bentuk kolaborasi antara Pemkot Ambon dan masyarakat, sekaligus menjawab tingginya antusiasme warga terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia.

Ronald menjelaskan, rencana pelaksanaan nobar berawal dari komunikasi antara Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, terkait kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola, khususnya Tim Nasional Belanda.

“Dalam berbagai kesempatan, Pak Wali Kota menyampaikan bahwa masyarakat Ambon memiliki ikatan emosional yang cukup kuat dengan sepak bola. Antusiasme itu juga terlihat dari banyaknya warga yang mendukung Tim Nasional Belanda menjelang Piala Dunia,” kata Ronald, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima wartawan di Ambon, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, suasana Piala Dunia sudah mulai terasa di berbagai sudut Kota Ambon. Sejumlah atribut bernuansa oranye, hingga bendera Belanda, tampak menghiasi lingkungan warga sebagai bentuk dukungan terhadap tim yang mereka jagokan.

Ronald mengungkapkan, kunjungan Marc Gerritsen ke Ambon pada akhir April lalu turut memberikan gambaran langsung, mengenai tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola. Dari kunjungan tersebut kemudian muncul gagasan, untuk menghadirkan kegiatan nobar bersama warga Ambon.

“Pak Dubes melihat sendiri bagaimana kecintaan masyarakat Ambon terhadap sepak bola. Dari situ muncul ide, untuk menggelar nonton bersama dengan para pendukung Tim Belanda di Ambon, dan gagasan itu mendapat respons positif dari Pemerintah Kota,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut memiliki nilai sosial yang penting, karena mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

“Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Karena itu, nobar ini tidak hanya menjadi ajang menonton pertandingan, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial dan semangat orang basudara yang selama ini menjadi identitas masyarakat Ambon,” kata Ronald.

Lebih lanjut, Ronald mengatakan, Piala Dunia selalu menjadi peristiwa yang dinantikan masyarakat, karena mampu menghadirkan suasana kegembiraan dan hiburan bersama.

“Piala Dunia bukan hanya milik para pecinta sepak bola. Ajang ini menjadi pesta rakyat yang menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Karena itu, kami ingin momentum ini bisa dinikmati bersama, dalam suasana yang aman dan penuh persaudaraan,” ujarnya.

Pemkot Ambon, lanjut Ronald, mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan meramaikan kegiatan nobar di Lapangan Merdeka dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta menghormati perbedaan pilihan tim yang didukung.

Ia menegaskan, bahwa fanatisme olahraga tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.

“Perbedaan dukungan terhadap tim tertentu adalah hal yang wajar dalam olahraga. Yang terpenting adalah, bagaimana kita menjadikan perbedaan itu sebagai simbol keberagaman yang memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” tegas Ronald.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus menjunjung tinggi sportivitas selama berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026, maupun dalam setiap kegiatan nonton bersama yang digelar di Kota Ambon.

“Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita. Dengan begitu, Ambon kembali menunjukkan dirinya sebagai kota yang damai, menjunjung tinggi toleransi, dan memelihara nilai-nilai persaudaraan,” tutup Ronald.

Example 400x400