Scroll untuk baca artikel
BERITA

Pembinaan Rohani Berkelanjutan, Lapas Wahai Gelar Ibadah Buka Usbu bagi WB Kristen

Qiran
84
×

Pembinaan Rohani Berkelanjutan, Lapas Wahai Gelar Ibadah Buka Usbu bagi WB Kristen

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Wahai beragama Kristen mengikuti ibadah awal pekan atau Buka Usbu, di Gereja Ebenhaezer, Senin (3/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Pada Senin (3/8/2026), seluruh Warga Binaan (WB) beragama Kristen mengikuti ibadah awal pekan atau Buka Usbu, sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana.

Kegiatan yang dipusatkan di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai itu, berlangsung dengan memadukan pelaksanaan ibadah secara langsung dan virtual.

Ibadah tatap muka dipimpin oleh pelayan dari Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Bethsan Wahai, yang mengajak warga binaan mengikuti pujian, doa bersama, serta mendengarkan penyampaian firman Tuhan.

Selanjutnya, pembinaan rohani dilanjutkan melalui ibadah virtual yang difasilitasi bersama Yayasan Cahaya Kasih. Kolaborasi tersebut diharapkan, dapat memperluas jangkauan pelayanan rohani, sekaligus memperkuat pembentukan karakter warga binaan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, kegiatan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan, karena mampu memberikan ketenangan batin, sekaligus membangun perubahan perilaku yang positif.

Menurutnya, sinergi dengan pihak gereja dan lembaga pelayanan rohani merupakan bentuk komitmen lapas, dalam memenuhi hak warga binaan untuk menjalankan ibadah, sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini mereka memperoleh penguatan iman, ketenangan hati, dan motivasi untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Pelaksanaan ibadah juga mendapat sambutan positif dari para warga binaan. Salah seorang warga binaan berinisial AM mengaku, memperoleh banyak pelajaran yang membantunya merefleksikan perjalanan hidup, sekaligus menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

“Ibadah hari ini memberi kami semangat baru. Pesan-pesan yang disampaikan membuat kami belajar menerima masa lalu, memohon pengampunan kepada Tuhan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan apresiasi kepada GPM Jemaat Bethsan Wahai dan Yayasan Cahaya Kasih, yang terus mendukung program pembinaan kerohanian di lingkungan Lapas.

Ia menegaskan, bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter warga binaan, agar siap menjalani kehidupan baru, setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Kami ingin proses pembinaan mampu menghadirkan perubahan yang nyata. Melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkesinambungan bersama para mitra, kami berharap warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual, sehingga siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Tersih.

Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin dan melibatkan berbagai pihak, kata Tersih, pihaknya terus berupaya menciptakan proses pembinaan yang humanis, sekaligus mendorong terwujudnya perubahan sikap dan perilaku warga binaan menuju kehidupan yang lebih positif.

Example 400x400