Scroll untuk baca artikel
BERITADuniaEnglishInternasionalPOLITIK

Pemilu Federal Pertama Sejak 2022: Australia Siap Menentukan Pemimpin Baru

46
×

Pemilu Federal Pertama Sejak 2022: Australia Siap Menentukan Pemimpin Baru

Sebarkan artikel ini

Jakarta | mantiknews.com – Tanggal 3 Mei mendatang, warga Australia akan menuju tempat pemungutan suara untuk memilih dalam pemilihan federal pertama sejak tahun 2022. Hasil pemilu akan menentukan siapa yang akan menjadi perdana menteri berikutnya, serta komposisi parlemen negara.

Bagaimana Sistem Pemungutan Suara di Australia? Australia dikenal dengan sistem pemilihan yang unik dan beberapa tradisi menarik pada hari pemungutan suara. Pemungutan suara wajib bagi semua warga negara yang berusia di atas 18 tahun, dan negara ini menerapkan sistem voting preferensial. Sebuah tradisi yang sudah menjadi kebiasaan adalah menikmati “sosis demokrasi” gratis setelah memilih.

Hampir 18 juta orang terdaftar untuk memberikan hak pilihnya, sekitar 98% telah memenuhi syarat. Berbeda dengan sistem First Past the Post yang digunakan di Inggris dan sebagian besar negara bagian AS, yang memilih kandidat berdasarkan jumlah suara terbanyak dalam satu penghitungan tanpa memperhatikan apakah mereka mendapatkan mayoritas mutlak, pemilih di Australia memberi peringkat kandidat sesuai dengan preferensi mereka.

Jika tidak ada kandidat yang meraih lebih dari 50% suara dalam penghitungan pertama, suara dari kandidat dengan perolehan terendah akan didistribusikan ulang, dan proses ini akan diulang hingga ada kandidat yang mendapatkan mayoritas. Dalam pemilihan untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemilih diwajibkan untuk menandai preferensi untuk setiap kandidat yang terdaftar di kertas suara. Namun, dalam pemilihan Senat, pemilih hanya perlu menandai sejumlah preferensi yang ditentukan.

Pemimpin partai yang mendapatkan kursi terbanyak di DPR akan menjadi perdana menteri. Siapa yang Dipilih?Jumlah kursi yang diperebutkan di DPR Australia – hanya 150 kursi – dan 76 kursi di Senat. Australia memiliki dua partai utama: Partai Buruh Australia dan Partai koalisi konservatif Liberal-Nasional. Setidaknya 76 kursi di Dewan harus di raih salah satu partai untuk membentuk pemerintahan mayoritas yang nantinya akan menjadikan salah satu kandidat Anthony Albanese atau Peter Dutton menjadi perdana menteri Australia. Dilansir dari BBC news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *