Scroll untuk baca artikel
BERITADuniaInternasionalPemerintahanPOLITIK

Keputusan Trump Guncang Smithsonian , Wisatawan dibuat Bingung di Tengah Festival Bunga Sakura

53
×

Keputusan Trump Guncang Smithsonian , Wisatawan dibuat Bingung di Tengah Festival Bunga Sakura

Sebarkan artikel ini

Jakarta| mantiknews.com – Kebijakan Presiden Donald Trump untuk menghapus “ideologi anti-Amerika” dengan menutup Smithsonian Institution membuat kompleks museum dan penelitian terbesar di dunia ini menjadi bingung kalang kabut pada hari Jumat (28/3).

Penutupan sementara ini terjadi di saat banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke Smithsonian Washington, karena tertarik oleh cuaca musim semi yang indah dan munculnya bunga sakura di kota itu.

Perintah yang dikeluarkan Kamis malam (27/3), adalah upaya kedua Trump dalam waktu dekat untuk menulis ulang budaya Amerika. Bulan lalu, ia juga menghapus anggota Dewan Kennedy Center yang diangkat oleh pendahulunya yang menjabat sebagai ketua.

Kedua tindakan ini, belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika, hal ini mendapat kritikan tajam dari Partai Demokrat, termasuk beberapa anggota Dewan Smithsonian yang sekarang dan sebelumnya. Kebijakan diberlakukan saat berlangsungnya atraksi terkenal di negara ini, seperti yang terjadi di Museum Seni Amerika Smithsonian dan Museum Nasional Sejarah Budaya Afrika-Amerika, banyak orang tampak bingung dan marah dengan kebijakan Trump.

“Upaya Presiden Trump untuk menulis ulang sejarah adalah usaha yang menyedihkan untuk mengalihkan perhatian publik dari rencananya memotong anggaran kesehatan dan menaikkan biaya tarif kebutuhan bagi warga kelas menengah Amerika.” Ujar mantan senator Patrick J. Leahy, dari Vermont yang merupakan salah satu anggota dewan Smithsonian yang paling lama bertugas sebelum pensiun pada 2023, Ia lanjut berkomentar pada The Post, Jumat (28/3) bahwa Trump “berusaha menghancurkan segala sesuatu keberagaman sebagai kekuatan kita”. Saya belum pernah melihat seorang Pemimpin yang begitu merusak dalam waktu yang singkat. Dilansir dari the washington post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *