BERITA

Evaluasi Kinerja UPT Ditjenpas Maluku, Lapas Wahai Soroti Realisasi Anggaran hingga Pelayanan Warga Binaan

Qiran
23
×

Evaluasi Kinerja UPT Ditjenpas Maluku, Lapas Wahai Soroti Realisasi Anggaran hingga Pelayanan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Evaluasi kinerja UPT periode Januari–Oktober 2026, yang diselenggarakan Kanwil Ditjenpas Maluku, Rabu (4/11/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Berbagai aspek penyelenggaraan tugas pemasyarakatan menjadi perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, dalam evaluasi kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) periode Januari–Oktober 2026, yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku, Rabu (4/11/2026).

Dalam pertemuan virtual menggunakan Zoom Meeting, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan perkembangan pelaksanaan tugas, dan program kerja satuan yang dipimpinnya. Pemaparan tersebut mencakup sejumlah indikator yang menjadi tolok ukur penilaian kinerja organisasi, selama sepuluh bulan terakhir.

Dalam laporan tersebut, aspek pengelolaan keuangan menjadi salah satu materi yang disampaikan, khususnya terkait realisasi anggaran. Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap ketertiban administrasi persuratan melalui Srikandi, pengelolaan dan penghapusan arsip, serta penatausahaan Barang Milik Negara (BMN).

Pada sektor teknis, Lapas Wahai turut melaporkan pelaksanaan Simwaipas, pembaruan data Star ASN, serta kegiatan pelayanan perawatan kesehatan dan rehabilitasi bagi warga binaan.

Tidak hanya itu, pemenuhan kewajiban pelaporan berbasis digital juga menjadi bagian dari evaluasi. Sejumlah sistem yang dipantau meliputi Star Pro Aksi, Star Hukerma, Satu Data, Star APP Survei, Sprinterpaslite, dan aplikasi Star RB ZI yang berkaitan dengan pemenuhan data dukung reformasi birokrasi, dan pembangunan Zona Integritas.

Tersih menjelaskan, bahwa seluruh indikator tersebut membutuhkan perhatian serius, karena berkaitan langsung dengan kualitas penyelenggaraan organisasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Ia menyebutkan, evaluasi menjadi kesempatan untuk mengukur hasil kerja, sekaligus mengetahui bagian-bagian yang masih perlu ditingkatkan.

“Setiap pelaksanaan program harus dapat dibuktikan, melalui hasil kerja dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan disiplin administrasi, ketepatan pelaporan, serta optimalisasi pencapaian seluruh indikator kinerja Lapas Wahai,” kata Tersih.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Novriadi mengingatkan pimpinan seluruh UPT, agar tidak menjadikan evaluasi sebatas kegiatan penyampaian laporan rutin.

Menurutnya, hasil pemantauan harus ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama terhadap indikator yang belum terpenuhi maupun dokumen pendukung yang masih membutuhkan penyempurnaan. Novriadi juga menekankan pentingnya keterpaduan kerja antar bagian, agar proses pengumpulan data dan penyampaian laporan tidak mengalami keterlambatan.

“Seluruh UPT harus memperhatikan kualitas laporan, dan memastikan dokumen pendukung benar-benar sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan. Koordinasi internal perlu diperkuat, ketepatan waktu harus dijaga, dan setiap kekurangan dari hasil evaluasi segera ditindaklanjuti,” pesannya.

Bagi Lapas Wahai, keikutsertaan dalam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan organisasi yang tertib dan terukur. Melalui evaluasi berkala, setiap bidang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, sekaligus memastikan target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan.

Upaya tersebut sejalan dengan tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap program pemasyarakatan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Example 400x400