BERITA

Enam Tahanan Baru Lapas Wahai Jalani Skrining Medis dan Narkotika

Qiran
17
×

Enam Tahanan Baru Lapas Wahai Jalani Skrining Medis dan Narkotika

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai menerapkan pemeriksaan berlapis terhadap enam tahanan yang baru diterima, Selasa (3/11/2026) malam. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Untuk memastikan setiap tahanan baru berada dalam kondisi sehat, sekaligus mencegah potensi penyelundupan narkotika, maka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menerapkan pemeriksaan berlapis terhadap enam tahanan yang baru diterima, Selasa (3/11/2026) malam.

Pemeriksaan tersebut meliputi asesmen kesehatan dan pengambilan sampel urine, untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIT itu merupakan bagian dari tahapan awal, sebelum para tahanan menjalani kehidupan dan proses pembinaan di dalam lapas.

Dalam pemeriksaan medis, petugas kesehatan melakukan pengecekan kondisi fisik, untuk memperoleh informasi mengenai keadaan kesehatan masing-masing tahanan. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bahan pemantauan, apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.

Perawat Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady mengatakan, pemeriksaan awal diperlukan, agar petugas mengetahui kondisi kesehatan tahanan sejak pertama kali diterima. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, keenam tahanan tersebut menunjukkan kondisi kesehatan yang stabil.

“Seluruh tahanan baru yang diperiksa berada dalam kondisi kesehatan stabil. Pemeriksaan awal ini penting, agar perkembangan kesehatan mereka dapat terus dipantau selama menjalani masa penahanan,” kata Fajar.

Selain pemeriksaan medis, petugas juga melakukan tes urine dengan melibatkan jajaran pembinaan, dan regu pengamanan. Langkah tersebut ditujukan, untuk memperkuat kontrol terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan. pengawasan terhadap tahanan harus dimulai sejak proses penerimaan. Menurutnya, pemeriksaan urine menjadi salah satu Upaya, untuk memastikan setiap penghuni baru melewati tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan proses penerimaan tahanan berjalan dengan baik. Pemeriksaan urine ini merupakan bentuk kewaspadaan, sekaligus upaya mencegah potensi masuknya narkotika ke dalam lingkungan lapas,” ujarnya.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menambahkan, bahwa pemeriksaan kesehatan dan tes urine merupakan bagian dari komitmen jajarannya, dalam membangun sistem pengawasan yang konsisten.

Ia menilai, kondisi kesehatan penghuni dan keamanan lingkungan merupakan dua aspek yang harus mendapat perhatian sejak awal, sehingga pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan tanpa gangguan.

Tersih menegaskan, pihaknya akan terus mengoptimalkan pengawasan terhadap seluruh penghuni, termasuk melalui penerapan prosedur pemeriksaan bagi setiap tahanan yang baru masuk.

“Kami ingin memastikan setiap tahanan mendapatkan perhatian dari sisi Kesehatan, dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Pada saat yang sama, kami berkomitmen menjaga Lapas Wahai agar tetap steril dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya,” tegasnya.

Seluruh proses pemeriksaan terhadap enam tahanan tersebut berjalan tertib dan aman. Tersih berharap, penerapan prosedur sejak tahap penerimaan dapat memperkuat deteksi dini, mencegah gangguan keamanan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan kondusif.

Example 400x400