BERITA

Kanwil Ditjenpas Maluku Gandeng BPVP Ambon Perkuat Pelatihan Kerja Warga Binaan

Qiran
17
×

Kanwil Ditjenpas Maluku Gandeng BPVP Ambon Perkuat Pelatihan Kerja Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Pengentasan Anak Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly ke BPVP Ambon, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kamis (3/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Upaya mempersiapkan warga binaan, agar mampu kembali beradaptasi dan mandiri setelah menjalani masa pidana terus dilakukan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku.

Salah satunya, dengan memperluas kerja sama bersama lembaga yang memiliki kompetensi, di bidang pelatihan vokasi dan produktivitas tenaga kerja.

Komitmen tersebut dibahas dalam kunjungan Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Pengentasan Anak Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly, ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan bersama Kepala BPVP Ambon, Yustianto, kedua pihak membicarakan peluang penguatan program pelatihan keterampilan bagi warga binaan dan anak binaan.

Pembahasan juga diarahkan, untuk mendukung pelaksanaan Forum Reintegrasi Sosial (FORIS), serta pemenuhan standar Kelayakan Bimbingan Kerja dan Pengentasan Anak (Binter).

Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan dan Upaya Pengentasan Anak Kanwil Ditjenpas Maluku, Catherian V. Picauly mengatakan, pembekalan keterampilan menjadi salah satu faktor penting, dalam membantu warga binaan menjalani kehidupan setelah kembali ke lingkungan sosial.

“Karena itu, pelatihan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan memiliki standar kompetensi yang jelas,” tegas Catherian.

Menurutnya, kolaborasi dengan BPVP Ambon diharapkan dapat memperluas akses warga binaan terhadap pelatihan vokasi, termasuk kesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi.

Dengan bekal tersebut, kata Catherian, mereka diharapkan memiliki peluang lebih besar, untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri setelah bebas.

“Kami membutuhkan dukungan berbagai pihak, untuk memastikan warga binaan memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat. Kolaborasi melalui FORIS diharapkan dapat membuka akses pelatihan yang berkualitas dan sesuai standar, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk hidup mandiri, serta menekan risiko residivisme,” kata Catherian.

Sementara itu, Kepala BPVP Ambon, Yustianto menyambut positif rencana penguatan sinergi tersebut. BPVP Ambon, kata dia, memiliki sejumlah program pelatihan vokasi, yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan pembinaan, di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menyebut, dukungan dapat diberikan melalui tenaga instruktur, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi BNSP, hingga pelaksanaan uji kompetensi bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

“Kami siap mendukung program ini, agar warga binaan maupun mereka yang segera kembali ke masyarakat memiliki keterampilan yang dapat digunakan, untuk memasuki dunia kerja ataupun mengembangkan usaha sendiri,” ujar Yustianto.

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Ditjenpas Maluku bersama BPVP Ambon akan melakukan pemetaan terhadap jenis pelatihan, yang relevan dan menyusun langkah teknis pelaksanaannya.

Sinergi tersebut diharapkan, dapat memperkuat proses pembinaan, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi warga binaan, untuk membangun kehidupan yang produktif, setelah menyelesaikan masa pidana.

Example 400x400