AMBON | MantikNews.com – PT Batutua Kharisma Permai–PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) melibatkan keluarga karyawan, dalam upaya membangun kesadaran keselamatan kerja, melalui kegiatan Family Visit di Site Wetar, Desa Lurang, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antara perusahaan dan keluarga pekerja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta, untuk melihat secara langsung lingkungan operasional pertambangan, serta memahami berbagai aspek keselamatan yang diterapkan di area kerja.
Family Visit secara resmi dibuka oleh Pjs. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BKP-BTR, Bimo Putro Hapsoro, di area rekreasi perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bimo menjelaskan, bahwa aktivitas pertambangan memiliki karakteristik pekerjaan dengan potensi risiko yang tinggi.
“Kondisi itu membuat penerapan keselamatan harus menjadi perhatian bersama, termasuk mendapat dukungan dari lingkungan keluarga,” kata Bimo.
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mendorong pekerja, agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
“Dukungan keluarga akan menjadi motivasi besar bagi setiap karyawan, untuk selalu bekerja secara aman. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi merupakan budaya yang harus terus dijaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Family Visit, Atub Candra Qolby mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar keluarga karyawan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pekerjaan, yang dilakukan anggota keluarganya di lingkungan pertambangan.
Ia menilai, pengetahuan mengenai kondisi dan risiko pekerjaan dapat membantu keluarga turut memberikan dukungan, sekaligus mengingatkan pekerja untuk selalu menjalankan prosedur keselamatan.
“Dengan memahami lingkungan kerja dan risiko yang dihadapi, keluarga di rumah juga dapat menjadi bagian dari pengingat pentingnya menerapkan budaya keselamatan secara berkelanjutan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu memperoleh penjelasan mengenai potensi bahaya, yang terdapat di kawasan pertambangan, serta berbagai ketentuan keselamatan yang harus dipatuhi sebelum memasuki area operasional.
Setelah mendapatkan pembekalan, peserta kemudian diajak mengunjungi sejumlah titik operasional pertambangan berdasarkan jalur kunjungan yang telah ditentukan.

Dari kegiatan tersebut, keluarga karyawan dapat menyaksikan secara langsung aktivitas pertambangan yang selama ini hanya diketahui, melalui cerita dari anggota keluarga mereka.
Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak karyawan juga mendapat pengalaman baru, dengan melihat secara langsung lingkungan kerja orang tua mereka.
Salah satu peserta, Stela Ohoira/Magoher, yang merupakan anak lokal setempat, mengaku memperoleh pengalaman berharga, setelah mengikuti kunjungan ke Tambang Tembaga Wetar.
“Saya baru pertama kali melihat tambang secara langsung. Sekarang saya benar-benar tahu betapa beratnya sebagai pekerja di tambang. Semoga semua orang yang bekerja di sini diberikan kesehatan dan keselamatan, serta selalu pulang dengan selamat,” tuturnya.
Menurut Stela, kegiatan semacam ini penting untuk terus dilaksanakan, karena memberikan kesempatan kepada keluarga untuk memahami secara langsung pekerjaan yang dilakukan para karyawan.
Ia berharap Family Visit dapat menjadi kegiatan rutin, sehingga lebih banyak keluarga pekerja dapat berkunjung, dan memperoleh pemahaman mengenai lingkungan kerja di kawasan tambang.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan dialog bersama peserta, serta pembagian doorprize. Interaksi tersebut, sekaligus menciptakan suasana keakraban antara pihak perusahaan, karyawan, dan keluarga yang hadir.
Melalui kegiatan ini, BKP-BTR berupaya menempatkan keluarga, sebagai bagian dari ekosistem keselamatan kerja.
Pemahaman keluarga terhadap karakteristik pekerjaan, dan potensi risiko di pertambangan diharapkan, dapat memperkuat dukungan kepada karyawan dalam menerapkan perilaku kerja yang aman.
Selain menjadi sarana edukasi, Family Visit juga menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan keluarga karyawan.
Dengan hubungan yang semakin baik, serta kesadaran keselamatan yang dibangun bersama, perusahaan berharap tercipta lingkungan kerja yang aman, harmonis, produktif, dan berkelanjutan.













