Scroll untuk baca artikel
BERITA

DPC PIM SBB Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya sebagai Warisan Budaya Maluku

Qiran
85
×

DPC PIM SBB Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya sebagai Warisan Budaya Maluku

Sebarkan artikel ini
Ketua DPC PIM Kabupaten SBB, Nurnaningsih Batjo. Foto-Qiran/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menegaskan komitmennya, dalam mendukung pelestarian budaya, melalui partisipasi aktif pada Parade Kebaya Ambon, yang diselenggarakan DPD PIM Provinsi Maluku, di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional, sekaligus Hari Anak Nasional 2026 ini diikuti para pengurus dan anggota PIM dari berbagai kabupaten/kota se-Maluku, sebagai wujud dukungan terhadap upaya menjaga warisan budaya bangsa.

Ketua DPC PIM Kabupaten SBB, Nurnaningsih Batjo mengaku, keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab perempuan Indonesia, untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami turut menyukseskan Parade Kebaya Ambon, yang diselenggarakan DPD PIM Maluku. Partisipasi ini adalah, wujud tugas dan tanggung jawab kami sebagai perempuan Indonesia, untuk terus melestarikan serta memperkenalkan budaya bangsa, khususnya kebaya sebagai warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku dan Kota Ambon,” ujar Nurnaningsih kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, kebaya bukan sekadar memiliki nilai estetika sebagai busana tradisional, melainkan juga menyimpan makna historis dan kultural, yang harus terus dijaga keberadaannya.

Kegiatan Parade Kebaya Ambon, yang diselenggarakan DPD PIM Provinsi Maluku, yang berlangsung di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Sabtu (25/7/2026). Foto-Qiran/MANTIK

Ia menilai, penyelenggaraan parade ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

“Parade kebaya yang digelar hari ini, sekaligus memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional. Melalui kegiatan ini, kami berharap, generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” katanya.

Nurnaningsih berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, sehingga pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada seremoni, melainkan menjadi gerakan bersama.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlangsung dari tahun ke tahun, agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol jati diri, kearifan, dan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas Maluku, khususnya Kota Ambon,” tutupnya.

Example 400x400