Scroll untuk baca artikel
BERITA

Saiful: LK III HMI Harus Cetak Pemimpin Berintegritas dan Berorientasi pada Kepentingan Publik

Qiran
31
×

Saiful: LK III HMI Harus Cetak Pemimpin Berintegritas dan Berorientasi pada Kepentingan Publik

Sebarkan artikel ini
Mantan Ketua BADKO HMI Maluku-Maluku Utara, Saiful Chaniago. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Mantan Ketua BADKO HMI Maluku-Maluku Utara, Saiful Chaniago menegaskan, Advance Training Latihan Kader (LK) III Tingkat Nasional yang diselenggarakan BADKO HMI Maluku harus menjadi momentum untuk melahirkan kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kapasitas kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Chaniago saat menghadiri pembukaan Advance Training LK III Tingkat Nasional BADKO HMI Maluku, di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Chaniago, LK III merupakan jenjang kaderisasi tertinggi di HMI, yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kualitas kepemimpinan kader.

Karena itu, proses yang dijalani para peserta tidak boleh dimaknai sebatas memenuhi tahapan organisasi, melainkan sebagai ruang pembelajaran, untuk memperkuat kemampuan berpikir, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa.

“Advance Training adalah, proses pembentukan kepemimpinan pada level tertinggi di HMI. Di sinilah kualitas seorang kader benar-benar ditempa agar memiliki integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan memimpin dengan penuh tanggung jawab,” ujar Chaniago.

Ia mengatakan, tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia, termasuk Provinsi Maluku, semakin kompleks sehingga membutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memiliki keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Menurut Chaniago, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya alam, tetapi lebih bergantung pada kualitas manusia yang mengelola potensi tersebut.

“Oleh sebab itu, regenerasi kepemimpinan harus terus diperkuat, melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan,” tegas dia.

Chaniago juga mengingatkan, bahwa HMI memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh, yang berkontribusi bagi bangsa.

Tradisi tersebut, katanya, harus terus dipertahankan melalui pembinaan kader yang berkualitas, dan berorientasi pada pengabdian.

“HMI selama ini telah melahirkan banyak tokoh yang memberikan kontribusi bagi bangsa. Saya berharap, proses kaderisasi ini terus menjaga tradisi tersebut dengan menghadirkan kader-kader yang mampu memberikan karya nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta, agar memanfaatkan setiap tahapan Advance Training, sebagai kesempatan mengembangkan kapasitas diri, bukan sekadar mengejar status kelulusan.

Seorang pemimpin, lanjut Chaniago, akan dinilai dari kualitas gagasan, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta keberaniannya mendahulukan kepentingan publik, dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Maluku membutuhkan generasi muda yang memiliki keberanian mengambil tanggung jawab, mampu berkolaborasi, dan siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Saya berharap, LK III ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya berhasil secara pribadi, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia,” tegas Chaniago.

Chaniago optimis, Advance Training LK III BADKO HMI Maluku akan menjadi wahana lahirnya kader-kader unggul yang siap mengabdikan diri di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi hingga organisasi kemasyarakatan, sekaligus menjadi penggerak pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Example 400x400