Scroll untuk baca artikel
BERITA

Bea Cukai Papua Fasilitasi Impor Proyek Energi yang Nilainya Tembus USD131,3 Juta

65
×

Bea Cukai Papua Fasilitasi Impor Proyek Energi yang Nilainya Tembus USD131,3 Juta

Sebarkan artikel ini
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua, terus memperkuat dukungannya terhadap percepatan investasi strategis di Tanah Papua. Foto-Ist/MANTIK

SORONG | MantikNews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua, terus memperkuat dukungannya terhadap percepatan investasi strategis di Tanah Papua, melalui pemberian berbagai fasilitas kepabeanan.

Hingga akhir Triwulan II Tahun 2026, nilai fasilitas yang diberikan mencapai USD131,3 juta, yang mayoritas dimanfaatkan untuk mendukung proyek energi nasional di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Kepala Kanwil Bea Cukai Khusus Papua, Encep Dudi Ginanjar mengatakan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 pihaknya telah menerbitkan 19 keputusan pemberian fasilitas kepabeanan.

“Fasilitas tersebut digunakan, untuk memperlancar pemasukan mesin, peralatan, serta berbagai barang penunjang pembangunan proyek-proyek energi,” kata dia kepada wartawan di Sorong, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, sekitar 90 persen dari total fasilitas tersebut dialokasikan bagi dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Teluk Bintuni, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi.

Encep menjelaskan, kebijakan pemberian fasilitas kepabeanan tidak semata-mata bertujuan mengurangi beban biaya impor bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi langkah pemerintah untuk mempercepat realisasi investasi, yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Yang paling utama adalah, memastikan investasi dapat berjalan lebih cepat, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Kehadiran proyek strategis akan menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, meningkatkan pendapatan warga, hingga mendorong kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Encep.

Besarnya nilai fasilitas yang telah disalurkan mengantarkan Kanwil Bea Cukai Khusus Papua menjadi satuan kerja, dengan capaian tertinggi secara nasional dalam pemberian fasilitas bagi sektor hulu migas hingga Triwulan II Tahun 2026.

Ia menambahkan, dua proyek energi yang memperoleh dukungan tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produksi gas nasional hingga sekitar 500 juta kaki kubik per hari. Nilai ekonomi yang dihasilkan diproyeksikan mencapai USD1,1 miliar setiap tahun.

Dari total produksi tersebut, sekitar dua pertiga direncanakan untuk memenuhi pasar ekspor, sehingga berpotensi menghasilkan devisa sekitar USD730 juta per tahun.

“Selain itu, pelaksanaan proyek juga telah menyerap kurang lebih 5.200 tenaga kerja, yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua,” sebut dia.

Encep menegaskan, Bea Cukai akan terus menjalankan perannya, sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional.

Menurutnya, fasilitas kepabeanan tidak hanya memberikan manfaat fiskal, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat investasi, memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan penerimaan devisa, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Example 400x400