Scroll untuk baca artikel
BERITA

Panen Selada Hidroponik Lapas Wahai Disambut Antusias Warga

Qiran
57
×

Panen Selada Hidroponik Lapas Wahai Disambut Antusias Warga

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Wahai berhasil memanen selada dari kebun hidroponik, Selasa (21/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Program pembinaan kemandirian, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Pada Selasa (21/7/2026), warga binaan berhasil memanen sebanyak 30 ikat selada dari kebun hidroponik, yang mereka kelola di lingkungan lapas.

Hasil panen tersebut menjadi bukti, bahwa pembinaan berbasis pertanian modern yang diterapkan Lapas Wahai terus berkembang.

Selain menjadi media pembelajaran bagi warga binaan, sayuran yang diproduksi juga mulai diminati masyarakat, karena kualitasnya yang segar, dan layak dikonsumsi.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, kegiatan hidroponik merupakan salah satu bentuk pembinaan keterampilan yang diarahkan, agar warga binaan memiliki kemampuan produktif dan bernilai ekonomi.

Melalui praktik budidaya hidroponik, kata dia, warga binaan tidak hanya belajar teknik bercocok tanam, tetapi juga memahami proses menghasilkan produk yang memiliki daya jual di pasaran.

“Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi mereka, ketika kembali ke masyarakat. Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan, yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan di masa depan,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap hasil panen terlihat dari kedatangan Wa Anti, salah seorang warga sekitar yang membeli langsung selada yang baru dipanen.

Ia mengaku puas, dengan kualitas sayuran yang dihasilkan karena tampak segar, bersih, dan dijual dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya, keberadaan kebun hidroponik di Lapas Wahai menjadi hal yang positif, karena tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga menyediakan produk pertanian yang berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan apresiasi, atas dedikasi petugas pembinaan dan semangat warga binaan, dalam mengembangkan kebun hidroponik tersebut.

Ia menilai, kepercayaan masyarakat untuk membeli hasil panen menjadi motivasi tersendiri bagi warga binaan, agar terus berkarya dan meningkatkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.

“Bagi kami, lapas adalah tempat membina dan mempersiapkan warga binaan, agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat. Respons positif dari masyarakat menjadi bukti, bahwa hasil kerja mereka memiliki nilai dan patut diapresiasi,” kata Tersih.

Ke depan, lanjut Tersih, Lapas Wahai berkomitmen terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian, termasuk sektor pertanian, sehingga mampu mencetak warga binaan yang lebih terampil, produktif, dan siap berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pidananya.

Example 400x400