BERITA
Indonesia–Palestina Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Jakarta | MantikNews.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Education Dialogue: Showcasing Indonesian Education Reform to Palestinian Ministry of Education di Graha Utama, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (17/4). Forum ini menjadi langkah konkret memperkuat kerja sama internasional sekaligus mempromosikan praktik reformasi pendidikan Indonesia di tingkat global.
Dialog menghadirkan delegasi Kementerian Pendidikan Palestina, perwakilan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, serta jajaran pejabat Kemendikdasmen. Kegiatan ini difokuskan pada pertukaran pengalaman dan strategi dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan forum ini bukan sekadar ajang berbagi satu arah, melainkan ruang kolaboratif untuk saling belajar, termasuk dari pengalaman Palestina dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi krisis.
“Indonesia berbagi praktik reformasi pendidikan, namun kami juga belajar dari ketangguhan Palestina dalam mempertahankan proses pembelajaran di kondisi yang tidak mudah,” ujar Atip.
Dalam forum tersebut, Kemendikdasmen memaparkan sejumlah agenda reformasi pendidikan nasional, mulai dari pembaruan kurikulum, penguatan manajemen dan pengembangan guru, hingga strategi pemulihan pembelajaran pascapandemi. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta penguatan pendidikan berbasis nilai juga menjadi bagian dari transformasi yang ditawarkan.
Atip menekankan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi dan numerasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun identitas, nilai, dan kohesi sosial masyarakat.
“Pendidikan berperan dalam menumbuhkan toleransi, memperkuat nilai, serta membangun masyarakat yang saling menghormati,” katanya.
Ia juga menyoroti peran strategis pendidikan dalam membangun harapan dan ketahanan sosial, khususnya bagi Palestina yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
“Kami meyakini pendidikan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan menyiapkan generasi masa depan. Dalam konteks Palestina, peran ini semakin krusial,” jelasnya.
Dukungan terhadap penguatan kerja sama juga disampaikan Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton. Ia menegaskan pendidikan merupakan hak asasi manusia sekaligus instrumen penting dalam mendorong pembangunan global.
“Pendidikan berperan dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesetaraan, serta mendorong perdamaian dan stabilitas,” ujarnya.
Senada, Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak, menekankan pentingnya kolaborasi trilateral Indonesia, Australia, dan Palestina dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari diplomasi pembangunan dan kemanusiaan.
“Ini merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam kerja sama yang berdampak langsung bagi penguatan kapasitas pendidikan Palestina,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, delegasi Palestina dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah, antara lain Yogyakarta dan Surabaya. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung implementasi kebijakan pendidikan di satuan pendidikan, sekaligus memperdalam pertukaran praktik baik yang telah dipaparkan dalam forum.
Melalui dialog ini, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pendidikan global, sekaligus mendorong sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika tantangan dunia. (Diks/MTKNews)