Connect with us

BERITA

Pemprov DKI Kejar Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan

Published

on

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Foto: HMS_DKIJakarta)
Example 300x300

ALIMANNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak longsor yang terjadi di TPST Bantargebang. Melalui penanganan intensif di lapangan, operasional pengelolaan sampah Jakarta ditargetkan kembali normal dalam waktu satu pekan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan tim saat ini memfokuskan pekerjaan pada pembersihan material longsoran sekaligus penataan ulang area terdampak di Zona 4A.

“Kami menargetkan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam sepekan. Saat ini tim di lapangan sedang menangani material longsoran yang berada di aliran sungai di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Material longsoran yang berada di aliran sungai akan dipindahkan ke area penimbunan, yakni Zona 4 Kecil dan Zona 4 Besar. Penataan ulang juga dilakukan agar kondisi zona tersebut lebih aman dan tertata. DLH DKI Jakarta menargetkan aliran sungai di sekitar lokasi dapat kembali lancar sehingga tidak menimbulkan luapan air ke badan jalan.

Selain itu, DLH juga akan memperbaiki turap kali di dua titik yang terdampak luapan air untuk memastikan infrastruktur di sekitar area TPST tetap aman sekaligus mencegah potensi gangguan baru.

Di sisi operasional, pemeliharaan dan perapihan zona timbunan sampah terus dilakukan untuk meminimalkan risiko longsor, terutama di Zona 3 Kepala Burung dan Zona 4 Besar. Meski proses pemulihan masih berlangsung, pelayanan pembuangan sampah Jakarta tetap berjalan melalui tiga zona aktif, yaitu Zona 1, Zona 2, dan Zona 5 dengan kapasitas sekitar 4.000 ton sampah per hari.

Apabila proses perapihan Zona 4 Besar selesai, zona tersebut akan kembali dioperasikan dengan tambahan kapasitas sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah selama masa pemulihan, sebagian sampah juga dialihkan ke sejumlah fasilitas pengolahan lain seperti RDF Plant Bantargebang, PLTSa Merah Putih, dan RDF Plant Rorotan.

RDF Plant Bantargebang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 800 ton per hari, sedangkan PLTSa Merah Putih berkapasitas sekitar 100 ton per hari.

Asep menjelaskan, pengoperasian RDF Plant Rorotan merupakan bagian dari strategi cepat Pemprov DKI Jakarta agar layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal meskipun sebagian zona di TPST Bantargebang masih dalam proses penataan.

“Hari ini RDF Plant Rorotan mulai dioperasikan dengan kapasitas awal sekitar 300 ton per hari. Kapasitas ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, kemudian ditingkatkan kembali hingga 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari.

“Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini,” tutup Asep.

Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *