Published
11 jam agoon
By
Didik TrionoJakarta | MantikNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani genangan dan banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu, 8 Maret 2026. Ribuan petugas lapangan dan ratusan unit pompa air dikerahkan untuk mempercepat surutnya genangan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, banjir tercatat merendam 147 rukun tetangga (RT) serta menggenangi 19 ruas jalan di beberapa wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di sejumlah titik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, curah hujan yang terjadi di Jakarta dan wilayah sekitarnya tergolong sangat tinggi. Dalam satu hari, intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh melampaui rata-rata curah hujan harian.
“Curah hujan di Jakarta dan sekitarnya hari ini mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk kategori hujan yang sangat tinggi,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu (8/3).
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan ekstrem terjadi di dua titik pemantauan, yakni Sunter Hulu di Cilangkap, Jakarta Timur, serta Pompa Arcadia di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI langsung melakukan koordinasi lintas instansi, terutama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk mempercepat penanganan genangan. Pompa air di berbagai titik rawan banjir diaktifkan untuk menyedot air dan mempercepat proses surut.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Di beberapa titik pemompaan bahkan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono.
Untuk mengendalikan banjir, Pemprov DKI mengoperasikan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir, yang terdiri dari 668 pompa stasioner di 243 lokasi serta 536 pompa mobile yang ditempatkan di sejumlah wilayah rawan genangan.
Penyedotan air terus dilakukan di berbagai titik, termasuk di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta sejumlah ruas jalan utama yang sempat tergenang akibat hujan intensitas tinggi.
Selain tingginya curah hujan di wilayah Jakarta, potensi banjir juga dipengaruhi oleh peningkatan debit air dari daerah hulu seperti Bogor dan Tangerang yang juga mengalami hujan lebat.
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air (TMA) di sejumlah sungai yang mengalir ke Jakarta, terjadi kenaikan signifikan sejak Sabtu sore hingga Minggu dini hari.
Di Pintu Air Manggarai, aliran Kali Ciliwung sempat berstatus Waspada dengan TMA lebih dari 750 cm pada Minggu pukul 02.00 WIB, bahkan hampir mencapai status Siaga dengan ketinggian 845 cm pada pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut kemudian berangsur surut hingga kembali normal sekitar pukul 13.00 WIB dengan TMA 715 cm.
Kondisi peningkatan debit air juga terjadi di beberapa sungai lainnya, antara lain:
Kali Angke Hulu: TMA mencapai 200 cm (Waspada) pada Sabtu pukul 16.00 WIB, meningkat menjadi 250 cm (Siaga) pada pukul 18.00 WIB, lalu mencapai lebih dari 300 cm (Bahaya) pada Minggu pukul 01.00 WIB dan sempat menyentuh 400 cm pada pukul 07.00 WIB.
Cengkareng Drain: Status Waspada sejak Sabtu pukul 14.00 WIB dengan ketinggian 206 cm, naik menjadi 276 cm (Siaga) pukul 16.00 WIB, lalu 314 cm (Bahaya) pada Minggu pukul 01.00 WIB dan mencapai puncak 380 cm pada pukul 08.00 WIB.
Kali Sunter Hulu: TMA meningkat menjadi 150 cm (Waspada) pada Sabtu pukul 16.00 WIB, kemudian 250 cm (Siaga) pada Minggu pukul 01.00 WIB dan sempat berada pada level Bahaya pada pukul 02.00 hingga 03.00 WIB sebelum berangsur turun sekitar pukul 08.00 WIB.
Pramono menegaskan, tingginya curah hujan di wilayah hulu menyebabkan peningkatan debit air yang mengalir ke Jakarta.
“Karena di wilayah atas, baik di Bogor maupun Tangerang, curah hujan juga tinggi, pasti ada air yang mengalir ke Jakarta,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai di beberapa aliran utama.
Saat ini, normalisasi dilakukan di tiga sungai utama, yakni Kali Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut. Pemerintah menargetkan normalisasi Kali Cakung Lama dapat rampung pada 2027, yang diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan.
Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan serta mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca dan perkembangan tinggi muka air di wilayah masing-masing.
Desak Prabowo Menarik Diri dari BoP Massa ‘Weekend Melawan’ Demo di DPR
Pramono Tegaskan Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas, 707 Ribu Siswa Terima KJP
Pramono Pastikan Stok Daging Aman, 3.100 Sapi Impor Australia Tiba di Tanjung Priok
Setahun Kepemimpinan Pramono–Rano, Pemprov DKI Klaim Ekonomi Tumbuh dan 97% Program Quick Win Tuntas