BERITA

Wali Kota: Program PKK Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Kejar Penilaian Lomba

Qiran
10
×

Wali Kota: Program PKK Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Kejar Penilaian Lomba

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Nusaniwe, Leitimur Selatan, dan Teluk Ambon, yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Kamis (29/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa keberhasilan 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak boleh diukur hanya dari penampilan wilayah, saat mengikuti perlombaan. Program tersebut harus dijalankan secara berkelanjutan. agar manfaatnya benar-benar dirasakan keluarga dan masyarakat.

Ia meminta para raja, kepala desa, dan lurah mengubah pola kerja yang selama ini cenderung berorientasi pada penilaian lomba. Pembenahan administrasi, penataan lingkungan, hingga pelaksanaan kegiatan PKK harus menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintahan sehari-hari, bukan pekerjaan mendadak ketika tim penilai akan datang.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Nusaniwe, Leitimur Selatan, dan Teluk Ambon, yang berlangsung di Balai Kota Ambon, Kamis (29/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyoroti praktik persiapan lomba yang hanya mengutamakan penampilan sementara, tanpa disertai pelaksanaan program yang konsisten. Ia mencontohkan kebiasaan meminjam dokumen, pot bunga, maupun perlengkapan lain demi menciptakan Kesan, bahwa suatu wilayah telah tertata dengan baik.

Menurutnya, cara tersebut justru mengaburkan tujuan utama gerakan PKK yang seharusnya mendorong keterlibatan Masyarakat, dalam membangun keluarga yang sejahtera dan lingkungan yang lebih baik.

“Stop dengan tipu-tipu, stop dengan rekayasa. Kalau memang belum layak mengikuti perlombaan, jangan dipaksakan. Dari sekarang harus dibenahi supaya tahun depan benar-benar siap,” tegasnya.

Wali Kota meminta seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan hingga desa, negeri, dan kelurahan menjadikan teguran tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia menekankan, kesiapan mengikuti perlombaan harus dibangun melalui proses pembinaan yang terencana, bukan dengan menciptakan kondisi yang hanya terlihat baik selama penilaian berlangsung.

“Saya minta Camat memperkuat koordinasi dengan para raja, kepala desa, lurah, serta pengurus TP-PKK, agar pelaksanaan program berjalan searah. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kekurangan dapat diketahui lebih awal dan diperbaiki, tanpa harus menunggu agenda perlombaan,” tegas Wali Kota.

Wali Kota menjelaskan, 10 program pokok PKK mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat. Pelaksanaannya tidak sebatas memenuhi indikator penilaian, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga, pembentukan lingkungan yang sehat, serta dukungan terhadap penanganan persoalan sosial di Kota Ambon.

Salah satu perhatian yang disorot ialah upaya penurunan stunting. Menurutnya, keterlibatan PKK dibutuhkan untuk memperkuat edukasi, dan langkah pencegahan di lingkungan keluarga, sehingga upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga melindungi anak-anak lain dari risiko yang sama.

Ia mengapresiasi wilayah yang mampu menunjukkan hasil baik, dalam penanganan persoalan tersebut. Namun, capaian positif itu harus dipertahankan melalui kerja yang konsisten, dan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat.

“Pemerintah perlu menerapkan evaluasi kinerja secara objektif. Aparatur maupun wilayah yang menunjukkan hasil kerja baik patut memperoleh penghargaan, sedangkan pihak yang tidak menjalankan tanggung jawab secara maksimal harus menerima evaluasi, dan konsekuensi sesuai ketentuan. Pemerintah harus memberikan reward kepada yang bekerja baik, dan punishment kepada yang bekerja buruk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menilai, keberhasilan program pemberdayaan keluarga tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dukungan organisasi kemasyarakatan, terutama TP-PKK yang memiliki hubungan langsung dengan keluarga diperlukan, untuk memperluas jangkauan pelayanan, dan mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat.

Karena itu, pengurus TP-PKK kecamatan yang baru dilantik diharapkan mampu mengambil peran aktif, dalam menggerakkan kader serta membangun kerja sama dengan pemerintah setempat. Program yang dirancang harus menyentuh kebutuhan Masyarakat, dan dilaksanakan secara berkesinambungan.

Ia turut mengingatkan tentang pentingnya pembagian tugas dan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, negeri dan kelurahan, serta organisasi PKK dinilai menjadi salah satu faktor penentu, agar program pemberdayaan keluarga dapat berjalan efektif.

Wali Kota berharap, persiapan menghadapi perlombaan pada tahun mendatang dimulai sejak dini melalui pembenahan administrasi, penataan lingkungan, penguatan kelembagaan, dan pelaksanaan seluruh program secara nyata.

“Dengan demikian, wilayah yang mengikuti perlombaan tidak sekadar unggul dalam tampilan ketika dinilai, tetapi juga memiliki hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Wali Kota.

Ia menegaskan, esensi pelaksanaan 10 program pokok PKK bukanlah mengejar kemenangan dalam perlombaan, melainkan memastikan keluarga semakin berdaya, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan pembangunan di Kota Ambon memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Example 400x400