BERITA

Lisa Ajak Kader PKK dan Posyandu Aktif Edukasi Perempuan Cegah Kanker Serviks

Qiran
15
×

Lisa Ajak Kader PKK dan Posyandu Aktif Edukasi Perempuan Cegah Kanker Serviks

Sebarkan artikel ini
Peluncuran dan talkshow Proyek Perubahan SADAR IVA, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (29/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena mengajak kader PKK dan posyandu menjadi penggerak edukasi kesehatan perempuan, dengan mendorong masyarakat melakukan deteksi dini kanker serviks. Peran kader dinilai penting, untuk membangun kesadaran Perempuan, agar tidak mengabaikan kesehatan diri di tengah tanggung jawab mengurus keluarga.

Lisa menegaskan, edukasi mengenai kesehatan reproduksi harus dilakukan secara berkelanjutan, melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan jaringan kader hingga tingkat lingkungan, informasi tentang pemeriksaan dini diharapkan, dapat menjangkau lebih banyak perempuan dan mendorong mereka memanfaatkan layanan kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Lisa dalam sambutannya, saat peluncuran dan talkshow inovasi Sempe IVA yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna bersama timnya, sebagai proyek perubahan dalam pelatihan kepemimpinan. Kegiatan ini sendiri berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (29/10/2026).

Program Sempe IVA merupakan singkatan dari Sadar, Ajak, Edukasi, dan Periksa IVA. Inovasi ini diarahkan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, sekaligus memperluas keterlibatan berbagai unsur dalam mendukung kesehatan perempuan.

Menurut Lisa, PKK memiliki potensi besar untuk menggerakkan perubahan perilaku, karena para kader berinteraksi langsung dengan keluarga, melalui kelompok dasawisma dan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan, untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang lebih mudah dipahami.

Ia menilai, tantangan yang perlu diatasi bukan hanya keterbatasan informasi, tetapi juga kebiasaan sebagian perempuan yang mengesampingkan kebutuhan kesehatannya sendiri. Tidak sedikit perempuan yang lebih dahulu memikirkan kebutuhan anak, suami, dan anggota keluarga lainnya, sehingga pemeriksaan kesehatan pribadi kerap ditunda.

“Perempuan harus mulai menyadari, bahwa menjaga kesehatan diri sendiri juga merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga. Jangan sampai kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain, tetapi justru mengabaikan kesehatan diri,” tegas Lisa.

Karena itu, ia meminta, kader PKK dan posyandu tidak berhenti pada penyampaian informasi dalam kegiatan tertentu. Edukasi harus diteruskan, melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, sehingga perempuan yang masih memiliki keraguan dapat memperoleh penjelasan dan dorongan, untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Lisa juga menekankan pentingnya pendekatan yang ramah dan tidak menghakimi. Rasa takut, malu, maupun anggapan bahwa pemeriksaan belum diperlukan selama tidak ada keluhan perlu dihadapi dengan informasi yang benar, serta pendampingan yang tepat.

“Lingkungan keluarga dan masyarakat harus mampu memberikan dukungan, agar perempuan merasa nyaman membicarakan kesehatan reproduksi. Dukungan suami dan anggota keluarga lainnya juga diperlukan, untuk menghilangkan hambatan yang membuat perempuan enggan mengakses pelayanan kesehatan,” ujar Lisa.

Selain melalui edukasi, Lisa mendorong kader, agar mengintegrasikan pesan Sempe IVA dengan kegiatan pelayanan masyarakat yang telah berjalan. Peran kader dalam mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di posyandu dapat menjadi ruang, untuk memperluas penyampaian informasi kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Lisa berharap, kolaborasi tersebut mampu menjadikan Sempe IVA sebagai gerakan bersama yang tumbuh dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Dengan dukungan kader yang aktif, perempuan di Kota Ambon diharapkan semakin berani mencari informasi, berkonsultasi, dan mengambil langkah pencegahan berdasarkan arahan tenaga kesehatan.

Ia menegaskan, perhatian terhadap kesehatan perempuan harus menjadi bagian penting dalam upaya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini diharapkan tumbuh sebagai kebiasaan, bukan hanya muncul ketika ada keluhan atau ketika program sosialisasi sedang berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan Stefanus Norimarna menegaskan, bahwa upaya pencegahan kanker serviks memerlukan kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan, organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat.

“Saya berharap, inovasi Sempe IVA dapat memperkuat edukasi, sekaligus mendorong perempuan memanfaatkan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) maupun pemeriksaan HPV DNA, sesuai anjuran tenaga Kesehatan,” sebut Johan.

Johan menilai, keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaan peluncuran atau kegiatan sosialisasi. Hal yang lebih penting ialah, meningkatnya pemahaman masyarakat, bertambahnya kesadaran perempuan untuk memeriksakan diri, serta tersedianya pendampingan bagi mereka yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

“Melalui keterlibatan PKK, posyandu, Dharma Wanita Persatuan, dan berbagai unsur masyarakat, kami berharap, pesan deteksi dini dapat disampaikan secara lebih luas dan berkesinambungan,” harap Johan.

Example 400x400