AMBON | MantikNews.com – Pengawasan terhadap keamanan dan ketertiban di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai diperketat, melalui operasi pemeriksaan bersama personel TNI. Dalam kegiatan yang berlangsung Selasa (27/10/2026) malam itu, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian warga binaan.
Operasi tersebut melibatkan jajaran Lapas Wahai dan Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah pencegahan, untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan, sekaligus memastikan aturan tata tertib di lingkungan pemasyarakatan dipatuhi.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Wahai, Abdul Azis memimpin langsung pelaksanaan kegiatan. Petugas memeriksa kamar hunian, serta barang-barang milik warga binaan dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.
Menurut Abdul Azis, pelaksanaan pemeriksaan mengutamakan ketelitian, pengawasan, dan pendekatan yang santun kepada warga binaan. Penggeledahan badan juga dilakukan sesuai ketentuan operasional, guna mendukung kelancaran kegiatan.
“Seluruh rangkaian razia berlangsung aman dan lancar. Sikap kooperatif warga binaan turut membantu petugas, untuk menyelesaikan pemeriksaan tanpa kendala berarti,” sebut Abdul Azis.
Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan dua botol kaca, satu korek api gas, satu sendok berbahan besi, serta satu pinset. Barang-barang tersebut dinilai, tidak sesuai dengan ketentuan tata tertib yang berlaku di dalam Lapas.
“Seluruh temuan kemudian didata, untuk kepentingan administrasi dan pengamanan. Barang-barang itu selanjutnya akan dimusnahkan, sesuai mekanisme yang ditetapkan,” kata Abdul Azis.
Perwakilan Koramil 1502-05 Wahai, Sersan Kepala Taufik Parlinda menyatakan, dukungan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, koordinasi antara aparat kewilayahan dan petugas pemasyarakatan diperlukan, untuk menciptakan situasi yang terkendali, serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang dilarang.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menilai, pengendalian keamanan menjadi salah satu faktor penting, dalam menunjang keberhasilan program pembinaan warga binaan.
Ia menegaskan, lingkungan hunian yang tertib dan aman memungkinkan pelaksanaan pembinaan berjalan lebih optimal. Karena itu, pengawasan akan terus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan.
“Melalui pemeriksaan gabungan tersebut, Lapas Wahai bersama Koramil 1502-05 Wahai berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan. Upaya ini diharapkan, mampu mencegah potensi gangguan kamtib, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif,” harap Tersih.















