Scroll untuk baca artikel
BERITA

Wali Kota Ambon Dorong Rumah Subsidi Jadi Solusi Hunian Layak bagi MBR

Qiran
103
×

Wali Kota Ambon Dorong Rumah Subsidi Jadi Solusi Hunian Layak bagi MBR

Sebarkan artikel ini
Peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe, Jumat (14/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, pembangunan rumah subsidi harus menjadi bagian dari upaya bersama, untuk menghadirkan hunian yang layak, berkualitas dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Karena itu, pemerintah mendorong pengembang tidak hanya mengejar pembangunan fisik rumah, tetapi juga memastikan kualitas, dan kelengkapan infrastruktur pendukung.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe, Jumat (14/8/2026).

Perumahan tersebut akan membangun 169 unit rumah subsidi, yang diperuntukkan bagi MBR dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta 69 unit rumah komersial.

“Ini merupakan momentum yang sangat penting dan strategis. Ini usaha keras kita semua, pemerintah pusat, dalam upaya memberikan hunian yang layak kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, penyediaan rumah subsidi merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan pihak swasta, dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Program tersebut juga sejalan dengan agenda nasional pembangunan tiga juta rumah, yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

Untuk Kota Ambon, pemerintah sebelumnya memperoleh alokasi awal sekitar 450 unit rumah subsidi. Namun, realisasi program tersebut tidak mudah, karena persoalan ketersediaan lahan menjadi tantangan utama di wilayah perkotaan.

“Kesulitan kita cuma lahan. Kalau di kabupaten/kota lain realisasinya sudah sangat tinggi, karena lahannya mudah dan tersedia. Kita di Ambon kesulitan di situ,” ujarnya.

Mengatasi persoalan tersebut, kata dia, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berupaya mempertemukan pengembang dengan perbankan, sekaligus memberikan dukungan dan kemudahan, yang memungkinkan pembangunan rumah subsidi dapat berjalan.

Kolaborasi itu kemudian diwujudkan melalui pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe oleh PT Maluku Drop Core. Selain 169 unit rumah subsidi tipe 32/60, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki 69 unit rumah komersial.

Wali Kota menilai, keberadaan rumah layak memiliki dampak yang lebih luas terhadap kehidupan masyarakat. Hunian, kata dia, bukan sekadar tempat berlindung, tetapi menjadi ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Rumah bukan cuma sekadar bangunan tempat kita tinggal. Di rumah itulah, kita bersama keluarga membangun kehidupan,” jelasnya.

Ia mengatakan, penyediaan hunian yang layak juga berkaitan dengan berbagai agenda pembangunan lainnya, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

Bahkan, kondisi tempat tinggal yang baik dinilai, turut mendukung upaya pemerintah dalam mencegah stunting.

“Di sisi lain, Pemkot Ambon masih menghadapi persoalan rumah tidak layak huni. Keterbatasan kemampuan anggaran, membuat program perbaikan rumah belum dapat dilakukan secara cepat terhadap seluruh masyarakat yang membutuhkan,” ujar dia.

Karena itu, Wali Kota menyambut baik pembangunan rumah subsidi, sebagai salah satu alternatif untuk memperluas kesempatan masyarakat memiliki rumah, dengan skema pembiayaan yang lebih ringan.

Rumah subsidi yang dibangun di kawasan Sharon Griya Nusaniwe ditawarkan dengan harga sekitar Rp185 juta per unit, termasuk tanah. Pembiayaan didukung, melalui fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui BP Tapera.

Sejumlah bank juga disiapkan sebagai penyalur pembiayaan, yakni BTN, BNI, Bank Mandiri dan BRI. Skema tersebut menawarkan uang muka mulai satu persen, dengan jangka waktu pembiayaan hingga 20 tahun.

Wali Kota berharap, kemudahan pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Ambon, khususnya mereka yang selama ini kesulitan memiliki rumah, akibat keterbatasan kemampuan ekonomi.

Meski demikian, ia meminta, agar aspek kualitas tetap menjadi perhatian utama pengembang. Harga rumah subsidi yang relatif terjangkau, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas bangunan.

“Jangan sampai, karena harganya pas-pasan lalu tidak lagi mempertimbangkan kualitas bangunannya. Nanti upaya kita, untuk memberikan rumah yang layak dan baik bagi masyarakat tidak tercapai,” tegasnya.

Selain konstruksi bangunan, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menyiapkan infrastruktur dasar sejak awal pembangunan.

Ketersediaan air bersih dan akses jalan disebut sebagai kebutuhan yang harus dipastikan, agar penghuni dapat menempati rumah dengan nyaman.

Ia juga meminta Direktur PDAM Kota Ambon, untuk segera berkoordinasi dengan pengembang, untuk memastikan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi ketika rumah mulai dihuni.

“Selain rumah yang berkualitas, air juga harus masuk. Sarana pendukung lain, termasuk jalan, harus direncanakan dengan baik dari awal,” pungkasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan, Pemkot Ambon tengah berharap mendapat dukungan pemerintah pusat, untuk program perbaikan sekitar 500 unit rumah tidak layak huni, melalui program bedah rumah pada tahun ini.

Menurutnya, program rumah subsidi dan bedah rumah dapat berjalan beriringan. Rumah subsidi membuka akses kepemilikan hunian baru, sementara program bedah rumah membantu masyarakat, yang telah memiliki rumah tetapi kondisi bangunannya belum memenuhi standar kelayakan.

Selain pembangunan di Sharon Griya Nusaniwe, pemerintah juga mendorong pengembangan rumah subsidi di kawasan Waiheru dengan rencana sekitar 200 unit.

“Dengan tambahan tersebut, realisasi pembangunan rumah subsidi di Kota Ambon diharapkan, semakin mendekati alokasi yang telah ditetapkan,” harap Wali Kota.

Wali Kota selanjutnya meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, baik di tingkat provinsi maupun kota, terus membuka ruang kerja sama dengan pengembang lainnya, sehingga pembangunan rumah subsidi tidak hanya terpusat pada satu kawasan.

“Tidak ada yang bisa bekerja sendiri. Pemkot Ambon semampu-mampunya tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan semua pihak,” tandasnya.

Ia berharap, pembangunan Perumahan Sharon Griya Nusaniwe menjadi langkah awal untuk memperluas penyediaan hunian terjangkau di Kota Ambon.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak, agar kebutuhan masyarakat terhadap rumah yang layak, aman dan berkualitas dapat dipenuhi secara bertahap.

Example 400x400