AMBON | MantikNews.com – Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela menegaskan, keberadaan gedung DPRD tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat berlangsungnya rapat, sidang maupun aktivitas kelembagaan.
Menurutnya, kantor DPRD harus menjadi ruang terbuka, yang membuat masyarakat merasa dekat dengan para wakilnya.
“Kalau kantor ini adalah rumah rakyat, maka rakyat harus merasa nyaman untuk datang ke sini,” tegas Tamaela, saat pembukaan DPRD Expo 2026, di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).
Tamaela mengatakan, DPRD Expo 2026 sengaja diarahkan menjadi momentum, untuk memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung aktivitas DPRD, memperoleh informasi mengenai tugas dan fungsi lembaga, serta mengakses berbagai pelayanan yang disiapkan.
“Yang paling utama adalah, bagaimana rakyat lebih memiliki rasa yang mendalam bahwa kantor ini adalah rumah rakyat, tempat menumbuhkan rasa kedekatan, dan menyatu dengan para wakil rakyat,” kata Tamaela.
Menurutnya, kedekatan antara masyarakat dan DPRD tidak cukup dibangun melalui kegiatan formal.
Dibutuhkan ruang interaksi yang memungkinkan warga datang, berkomunikasi, menyampaikan persoalan, serta mengetahui apa yang telah dilakukan lembaga legislatif.
DPRD Expo 2026 yang berlangsung selama 2–3 September 2026 pun dirancang tidak hanya untuk menampilkan capaian kerja DPRD Kota Ambon.
“Berbagai pelayanan publik, pameran UMKM dan kegiatan kemasyarakatan turut dihadirkan, agar masyarakat memperoleh manfaat secara langsung,” ucap dia.
Tamaela menjelaskan, expo tahun ini mengangkat tema “Kolaborasi Mewujudkan Ambon Bersih untuk Maluku Sehat Menuju Indonesia Maju”.
Tema tersebut, kata dia, memiliki pesan penting, karena persoalan kebersihan dan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Ia menilai keterlibatan pemerintah, sektor swasta, dunia usaha, pelajar dan masyarakat sangat dibutuhkan, untuk membangun lingkungan Kota Ambon yang lebih bersih dan sehat.
“Melalui kolaborasi bersama, mulai dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, badan usaha, swasta, hingga para pelajar dan warga yang hadir di Expo ini, diharapkan dapat memberi contoh dan teladan bagi warga kota lainnya,” ujar Tamaela.
Dalam expo tersebut, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memperoleh berbagai pelayanan di satu lokasi.
Layanan yang tersedia antara lain, pengurusan paspor dari Kantor Imigrasi, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui DPMPTSP, pemeriksaan kesehatan gratis, Gerakan Pangan Murah serta layanan hukum umum, dan kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum Wilayah Maluku.
Sejumlah instansi lain juga membuka layanan dan informasi, di antaranya Kejaksaan Negeri, Otoritas Jasa Keuangan, Dinas Pariwisata Kota Ambon, serta Bagian Barang dan Jasa Sekretariat Kota Ambon, yang menyediakan layanan pendaftaran akun baru bagi penyedia e-Katalog.
Selain pelayanan publik, DPRD Expo menghadirkan pameran UMKM, pameran hasil kerja DPRD periode 2024–2029, pembagian 210 paket sembako, serta dukungan CSR dari Bank Maluku Malut.
Kegiatan hiburan dan kemasyarakatan juga turut mewarnai expo, termasuk lomba panjat pinang, yang melibatkan sembilan tim dari masyarakat Kota Ambon.
Bagi Tamaela, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan DPRD lebih terbuka terhadap masyarakat.
“Expo tidak hanya memperlihatkan apa yang dikerjakan DPRD, tetapi juga membuka kesempatan kepada masyarakat, untuk berinteraksi secara langsung dengan lembaga legislatif,” ujar dia.
Di sisi lain, Tamaela menyampaikan, bahwa DPRD bersama Pemerintah Kota Ambon terus menghasilkan sejumlah produk hukum sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi.
Sepanjang 2025 hingga semester pertama 2026, sebanyak 16 produk peraturan daerah telah dihasilkan.
“Expo ini juga memberikan gambaran mengenai pencapaian Pemerintah Kota Ambon bersama DPRD Kota Ambon, yang terus berkembang di tengah keterbatasan dan tantangan global, untuk menghadirkan produk-produk hukum berupa peraturan daerah yang dihasilkan bersama,” jelasnya.
Ia mengatakan, capaian tersebut merupakan salah satu gambaran, bahwa DPRD tetap menjalankan fungsi dan kewenangannya, di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah.
Tamaela juga menaruh perhatian pada pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, sektor tersebut memiliki peran penting, dalam memperkuat ekonomi masyarakat, sehingga kebijakan pemerintah maupun regulasi yang dihasilkan DPRD perlu memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya datang ke DPRD Expo untuk melihat berbagai kegiatan yang ditampilkan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk mendapatkan informasi pelayanan, menyampaikan aspirasi dan mengenal produk-produk lokal yang dihasilkan pelaku usaha di Kota Ambon.
Tamaela turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan DPRD Expo 2026, mulai dari panitia, Sekretariat DPRD, Pemerintah Kota Ambon, sponsor, mitra CSR hingga berbagai instansi yang membuka pelayanan selama kegiatan berlangsung.
Ia berharap, konsep DPRD Expo dapat terus dikembangkan, sehingga hubungan antara masyarakat dan lembaga legislatif semakin terbuka.
Menurutnya, DPRD harus hadir sebagai lembaga yang dapat diakses masyarakat, bukan institusi yang terasa jauh dari kehidupan warga.
Melalui expo tersebut, Tamaela ingin membangun pemahaman, bahwa kantor DPRD merupakan ruang bersama yang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi dan melihat secara langsung kerja para wakil rakyat.
“Kalau kantor ini adalah rumah rakyat, maka rakyat harus merasa nyaman untuk datang ke sini,” tandas Tamaela.













