Scroll untuk baca artikel
BERITA

Michael: Ditjen Gakkum ESDM Perkuat Pengawasan Tambang dan Penindakan Pelanggaran

Qiran
41
×

Michael: Ditjen Gakkum ESDM Perkuat Pengawasan Tambang dan Penindakan Pelanggaran

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Michael Wattimena. Foto-Qiran/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Staf Ahli Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Michael Wattimena menegaskan, bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian ESDM merupakan langkah penting pemerintah, dalam memperkuat pengawasan di sektor pertambangan, sekaligus memastikan setiap pelanggaran di bidang energi dan sumber daya mineral dapat ditindak secara tegas.

“Direktorat ini masih sangat muda, namun sudah menunjukkan kinerja yang baik, dalam memperkuat penegakan hukum, di sektor pertambangan dan sumber daya mineral,” kata Michael kepada wartawan di Ambon, pada Rabu (24/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Michael, usai agenda kunjungan kerja Kementerian ESDM di Ambon, yang mencakup pertemuan dengan pihak Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Michael menjelaskan, bahwa kunjungan yang dilakukan pada Selasa (23/6/2026) tersebut lebih difokuskan, untuk membangun komunikasi, serta mempererat hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak di daerah.

Menurutnya, pembahasan yang lebih mendalam terkait regulasi, tata kelola pertambangan, hingga penguatan penegakan hukum akan dilakukan dalam forum konsultasi bersama Unapatti dan Kejati Maluku.

Ia mengatakan, penguatan aspek hukum menjadi salah satu prioritas Kementerian ESDM, dalam mengawal pengelolaan sumber daya alam, agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Menurut Michael, keberadaan Ditjen Gakkum menjadi instrumen penting, untuk mengawasi aktivitas sektor energi dan pertambangan, yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada putra daerah Maluku, Jefri Huwae, yang dipercaya memimpin direktorat tersebut.

Michael menilai, meskipun usia Ditjen Gakkum ESDM belum genap satu tahun, berbagai langkah strategis telah dilakukan dalam menangani berbagai pelanggaran, yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya mineral.

“Kami berharap, kehadiran direktorat ini semakin memperkuat tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Michael mengingatkan, bahwa Kementerian ESDM merupakan salah satu institusi negara yang memiliki sejarah panjang, sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Berawal dari Jawatan Tambang dan Geologi yang dibentuk pada 17 September 1945, lembaga tersebut hingga kini tetap mengemban tugas mengelola sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Selain membahas penguatan penegakan hukum, Michael juga menyinggung perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), yang menurutnya mulai menunjukkan kemajuan nyata setelah sekian lama mengalami stagnasi.

Ia mengapresiasi komitmen Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam mendorong percepatan pengembangan proyek migas tersebut, yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku.

“Selama lebih dari dua dekade proyek ini berjalan, tanpa perkembangan yang signifikan. Kini mulai terlihat kemajuan, karena pemerintah mengambil langkah-langkah strategis, untuk memastikan seluruh pihak menjalankan tanggung jawabnya,” katanya.

Michael berharap, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga masyarakat, dapat terus bersinergi guna mempercepat realisasi proyek tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan Blok Masela tidak hanya penting bagi sektor energi nasional, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Ia juga menyebut, keberadaan sejumlah putra daerah Maluku yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional menjadi modal penting, dalam memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan aparat penegak hukum, agar pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih baik, serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Michael.

Example 400x400