AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan, sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian warga binaan.
Melalui pemanfaatan perpustakaan, warga binaan didorong mengisi waktu luang dengan kegiatan membaca yang dapat menambah wawasan, sekaligus membentuk pola pikir yang lebih positif.
Aktivitas membaca di perpustakaan Lapas Wahai berjalan seperti biasa, Kamis (6/8/2026). Sejumlah warga binaan tampak memanfaatkan waktu mereka, untuk membaca beragam koleksi buku yang telah disediakan petugas.
Koleksi yang tersedia meliputi buku pengetahuan umum, literatur keagamaan, hingga panduan pengembangan keterampilan.
Kehadiran berbagai jenis bacaan ini diharapkan dapat memperluas wawasan, sekaligus menjadi bekal berharga bagi warga binaan, saat kembali berbaur di tengah masyarakat.
Staf Pembinaan Lapas Kelas III Wahai, Frans Tepal menyatakan, bahwa perpustakaan menjadi salah satu sarana pembinaan yang terus dioptimalkan, agar warga binaan memiliki kegiatan produktif selama menjalani masa pidana.
“Perpustakaan Lapas Wahai dimanfaatkan warga binaan, untuk membaca berbagai jenis buku, mulai dari pengetahuan umum, keagamaan, hingga pengembangan keterampilan. Kami melihat antusiasme yang cukup baik dari mereka setiap harinya, untuk datang dan belajar dari literatur yang tersedia,” ujarnya.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas III Wahai, Usman Bakri menegaskan, bahwa pembiasaan membaca merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian.
Menurutnya, peningkatan minat literasi diharapkan dapat membantu warga binaan mengembangkan pola pikir yang lebih baik, serta mempersiapkan diri untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat.
“Kami berkomitmen menumbuhkan budaya membaca sebagai sarana pembinaan kepribadian warga binaan melalui pemanfaatan perpustakaan. Beragam koleksi bacaan disediakan untuk memperluas wawasan, dan meningkatkan minat literasi mereka, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih maksimal,” katanya.
Selain menyediakan fasilitas membaca, petugas juga melakukan pendataan berkala terhadap peminjaman buku sebagai bahan evaluasi pengelolaan perpustakaan.
“Ke depannya, Lapas Wahai akan terus berupaya menambah koleksi bacaan melalui kerja sama dengan berbagai instansi, guna memenuhi kebutuhan literasi warga binaan dan semakin mengembangkan budaya membaca di lingkungan pemasyarakatan,” tandas dia.













