Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Lewat Ibadah Buka Usbu

Qiran
60
×

Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Lewat Ibadah Buka Usbu

Sebarkan artikel ini
Ibadah Buka Usbu bagi warga binaan beragama Kristen, yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Senin (27/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, melalui kegiatan keagamaan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah, pelaksanaan Ibadah Buka Usbu bagi warga binaan beragama Kristen, yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan ini, merupakan hasil kerja sama secara daring dengan Yayasan Cahaya Kasih. Kegiatan ini berjalan dengan penuh kekhidmatan.

Seluruh warga binaan mengikuti rangkaian ibadah yang diisi dengan pujian dan penyembahan, doa bersama, serta penyampaian firman Tuhan sebagai bekal penguatan iman, selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menyatakan, bahwa pembinaan kerohanian menjadi bagian penting, dalam proses pembentukan karakter warga binaan.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku, sehingga warga binaan memiliki bekal moral yang baik, ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

“Pembinaan spiritual merupakan salah satu aspek utama, dalam proses pembinaan di Lapas Wahai. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, warga binaan semakin memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, membangun karakter yang positif, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang warga binaan berinisial JM mengaku, ibadah yang diikuti memberikan ketenangan, sekaligus motivasi baru dalam menjalani masa pidana.

Ia menilai, kesempatan beribadah yang difasilitasi oleh Lapas Wahai menjadi sarana untuk melakukan refleksi diri, sekaligus memperkuat hubungan dengan Tuhan, sehingga tetap memiliki harapan dalam menjalani hari-hari ke depan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen memenuhi hak setiap warga binaan, untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan hak, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan mental dan pembentukan karakter.

“Kami akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan keagamaan bagi warga binaan, tanpa membedakan agama. Pembinaan spiritual memiliki peran penting, dalam membentuk pribadi yang lebih baik, sehingga mereka siap kembali ke tengah keluarga maupun masyarakat,” kata Tersih.

Melalui pelaksanaan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, Tersih berharap, setiap warga binaan mampu mengalami perubahan sikap dan perilaku yang positif, memiliki keimanan yang lebih kuat, serta menjadi pribadi yang bertanggung jawab setelah menyelesaikan masa pembinaannya.

Example 400x400