Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Bentuk Kader Kesehatan WB dan Beri Layanan Medis 24 Jam

Qiran
90
×

Lapas Wahai Bentuk Kader Kesehatan WB dan Beri Layanan Medis 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Lapas Wahai membentuk dan melatih Kader Kesehatan, Senin (20/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berupaya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan (WB).

Salah satu langkah yang ditempuh adalah, membentuk dan melatih Kader Kesehatan yang berasal dari tujuh warga binaan, sebagai perwakilan setiap kamar hunian. Program tersebut dilaksanakan pada Senin (20/7/2026).

Melalui kegiatan ini, para kader dipersiapkan untuk menjadi mitra petugas kesehatan, dalam melakukan pemantauan kondisi penghuni blok, serta memberikan respons awal, apabila terjadi keadaan darurat medis sebelum penanganan lebih lanjut oleh petugas.

Dalam pelatihan tersebut, para kader menerima pembekalan mengenai pengenalan gejala penyakit, teknik pertolongan pertama sederhana, pentingnya menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat, hingga mekanisme pelaporan cepat kepada petugas jaga, apabila ditemukan warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan.

Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fajar Pradhana mengatakan, materi yang diberikan lebih menitikberatkan pada kesiapsiagaan kader, dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan hunian.

Menurutnya, kader kesehatan diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal penyakit, memberikan tindakan awal sesuai kemampuan, sekaligus memahami prosedur komunikasi, agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari para warga binaan. Salah satu peserta yang dipercaya menjadi Kader Kesehatan, RP mengaku, pelatihan itu memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.

Ia menuturkan, dirinya kini lebih siap membantu sesama penghuni kamar, apabila sewaktu-waktu mengalami gangguan kesehatan, terutama pada malam hari ketika diperlukan tindakan awal sambil menunggu petugas datang.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menjelaskan, warga binaan yang dipilih mengikuti pelatihan merupakan mereka yang menunjukkan perkembangan perilaku positif, selama menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, selain meningkatkan kapasitas di bidang kesehatan, program tersebut juga menjadi sarana membangun karakter, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membiasakan warga binaan, untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, pembentukan Kader Kesehatan merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan di dalam lapas, agar berjalan lebih efektif sepanjang waktu.

Ia menyebut, keberadaan kader akan membantu petugas dalam mendeteksi lebih dini kondisi kesehatan warga binaan, sehingga potensi keterlambatan penanganan dapat diminimalkan, khususnya pada saat jumlah petugas terbatas.

“Dengan adanya kader kesehatan di setiap blok hunian, pemantauan kondisi warga binaan dapat berlangsung secara berkesinambungan. Mereka menjadi penghubung awal, yang memastikan setiap kondisi darurat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh petugas,” ujarnya.

Melalui inovasi tersebut, dia berharap, tercipta lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman.

“Program ini juga menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis,” tutup Tersih.

Example 400x400