BERITA

Kanwil Ditjenpas Maluku Jajaki Penerapan Pertanian Modern di Lapas dan Rutan

Qiran
28
×

Kanwil Ditjenpas Maluku Jajaki Penerapan Pertanian Modern di Lapas dan Rutan

Sebarkan artikel ini
Pertemuan koordinasi antara jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku dan BPMR Provinsi Maluku, Selasa (27/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Pemanfaatan lahan di lingkungan pemasyarakatan menjadi salah satu peluang, untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku menjajaki pengembangan pertanian berbasis teknologi, melalui penerapan smart farming di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Langkah ini dibahas dalam pertemuan koordinasi antara jajaran Kanwil Ditjenpas Maluku dan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMR) Provinsi Maluku, Selasa (27/10/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, dan diterima Kepala BPMR Provinsi Maluku, Gunawan.

Pembahasan diarahkan pada peluang kerja sama dalam menghadirkan metode pertanian yang lebih modern, efisien, dan sesuai dengan kondisi lahan di setiap satuan kerja pemasyarakatan.

Dukungan tenaga ahli, penerapan teknologi budidaya, serta pemilihan jenis tanaman yang tepat menjadi sejumlah aspek yang dijajaki, untuk mendukung pengembangan program tersebut.

Penerapan smart farming dinilai, dapat membuka peluang bagi lapas dan rutan, untuk meningkatkan hasil pertanian, melalui pengelolaan lahan yang lebih terencana.

Dengan metode budidaya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan, lahan yang tersedia diharapkan mampu menghasilkan komoditas pangan secara lebih optimal.

Mewakili Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono menegaskan, bahwa pengembangan sektor pertanian, di lingkungan pemasyarakatan perlu diarahkan pada manfaat jangka panjang.

Menurutnya, pemanfaatan lahan harus disertai metode yang tepat, agar kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi proses pembinaan warga binaan.

“Yang ingin kita dorong adalah, bagaimana lahan yang tersedia di lapas dan rutan dapat dimanfaatkan secara produktif, melalui metode pertanian yang tepat. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan, sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan,” ujar Sarwono.

Selain berpotensi mendukung ketersediaan pangan, program ini juga dapat menjadi ruang pembelajaran praktis bagi warga binaan.

Mereka berkesempatan memperoleh pengalaman dalam mengelola tanaman, menerapkan teknik budidaya, merawat komoditas pertanian, hingga menangani hasil panen.

Keterampilan tersebut diharapkan, dapat menjadi bekal bagi warga binaan, untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, setelah menyelesaikan masa pidana.

Dengan demikian, kegiatan pertanian dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung produktivitas pangan dan memperkuat pembinaan kemandirian.

Sebagai tindak lanjut koordinasi, diperlukan pemetaan kondisi lahan di masing-masing lapas dan rutan, identifikasi kebutuhan peralatan, serta penentuan teknologi yang sesuai untuk diterapkan.

Pendampingan teknis dari pihak yang memiliki keahlian di bidang pertanian juga menjadi faktor penting, agar pelaksanaan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kanwil Ditjenpas Maluku berharap, kolaborasi dengan BPMR Provinsi Maluku dapat membuka jalan bagi pengembangan pertanian yang lebih terarah di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaannya diharapkan, tidak hanya bergantung pada pemanfaatan lahan yang tersedia, tetapi juga didukung perencanaan, penguasaan teknik budidaya, dan pengelolaan hasil produksi yang baik.

Melalui langkah tersebut, pengembangan smart farming di lapas dan rutan di Maluku diharapkan, mampu memperluas kontribusi sektor pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan, serta menciptakan program pembinaan yang memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan.

Example 400x400