Scroll untuk baca artikel
BERITA

Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Wahai Jalani Tes Urine

Qiran
81
×

Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Wahai Jalani Tes Urine

Sebarkan artikel ini
Salah satu warga binaan berinisial LU menjalani pemeriksaan urine, sebelum mengakhiri masa pidananya dan kembali ke lingkungan keluarga, Senin (10/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali memperkuat upaya pencegahan, dan pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Salah satu warga binaan berinisial LU menjalani pemeriksaan urine, sebelum mengakhiri masa pidananya dan kembali ke lingkungan keluarga, Senin (10/8/2026).

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari prosedur yang diterapkan Lapas Wahai, untuk memastikan warga binaan yang akan bebas tidak terindikasi menggunakan narkoba.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga proses reintegrasi sosial, agar berlangsung dalam kondisi yang baik.

Petugas Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady turut mengawal pelaksanaan pemeriksaan. Ia mengatakan, tes urine dilakukan secara terbuka dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Menurut Fajar, pemeriksaan sebelum bebas penting dilakukan, untuk memastikan warga binaan benar-benar siap menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Pemeriksaan ini adalah benteng pertahanan terakhir kita. Kami ingin memastikan warga binaan yang keluar dari balik jeruji benar-benar steril dan siap memulai lembaran baru yang bersih di mata masyarakat,” ujarnya.

Pengawasan terhadap pelaksanaan tes urine juga dilakukan Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi. Ia menegaskan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Wahai, dalam mencegah persoalan narkoba kembali muncul, setelah warga binaan menjalani proses pembinaan.

“Kami tidak ingin kebebasan yang mereka peroleh justru ternoda kembali oleh masalah narkoba. Tes ini adalah, bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat dan negara,” katanya.

Bagi LU, pemeriksaan urine menjadi salah satu tahapan terakhir sebelum dirinya resmi kembali ke tengah keluarga. Ia mengaku sempat merasa tegang, namun lega setelah hasil pemeriksaan menunjukkan dirinya negatif narkoba.

“Rasanya campur aduk, tapi saya lega bisa membuktikan diri bersih sebelum melangkah keluar gerbang. Ini awal yang baik, untuk kembali berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pemeriksaan urine bagi warga binaan yang akan bebas merupakan prosedur yang harus dijalankan, dan bukan sekadar pelengkap administrasi.

Ia mengatakan, Lapas Wahai terus mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam upaya pemberantasan narkoba. Komitmen tersebut diterapkan sejak warga binaan masuk hingga menjelang berakhirnya masa pidana.

“Lapas Wahai berkomitmen penuh mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang pemberantasan narkoba. Siapa pun yang akan bebas wajib melewati prosedur ini, tanpa pengecualian. Mulai dari awal masuk, menjalani pidana, hingga sebelum bebas, kami lakukan pemeriksaan lewat program Warna Benar atau Warga Binaan Bersih Narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah yang dilakukan Lapas Wahai.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut mencerminkan keseriusan jajaran pemasyarakatan, dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang bebas dari narkoba.

“Apa yang dilakukan Lapas Wahai adalah standar yang harus ditiru. Pemasyarakatan harus hadir sebagai tempat penyembuhan dan pembinaan yang nyata, bukan tempat perkembangbiakan masalah baru. Bersih dari narkoba adalah harga mutlak,” pungkasnya.

Pelaksanaan tes urine menjelang bebas menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembinaan di Lapas Wahai.

“Melalui langkah tersebut, warga binaan diharapkan dapat meninggalkan lembaga pemasyarakatan dengan kondisi yang lebih baik, dan mampu menjalani proses kembali ke keluarga serta masyarakat secara positif,” tandas Ricky.

Example 400x400