BERITA

Dekorasi HUT Kota Ambon Dinilai Tak Gambarkan Kekokohan Benteng Nieuw Victoria

15
×

Dekorasi HUT Kota Ambon Dinilai Tak Gambarkan Kekokohan Benteng Nieuw Victoria

Sebarkan artikel ini
Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Dekorasi yang dipasang di kawasan Lapangan Merdeka, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon mendapat sorotan dari pemerhati masalah budaya, Allani Sueono.

Allani menilai, konsep dekorasi yang disebut mengangkat bentuk atau simbol Benteng Nieuw Victoria, seharusnya mampu menampilkan karakter benteng secara lebih jelas.

Menurutnya, sebuah benteng memiliki identitas utama berupa bangunan yang kokoh, kuat dan mencerminkan nilai sejarah, sehingga unsur tersebut semestinya menjadi perhatian dalam desain dekorasi.

“Saat melihat dekorasi di Lapangan Merdeka yang konsepnya Benteng Nieuw Victoria, saya justru bertanya, di mana gambaran bentengnya? Karena secara visual, dekorasi tersebut tidak terlalu menampakkan sebuah benteng,” kata Allani, saat dihubungi dari Ambon, Kamis (10/9/2026).

Ia menilai, penggunaan daun rumbia yang cukup dominan pada dekorasi, justru membuat karakter Benteng Nieuw Victoria menjadi kurang terlihat.

Menurutnya, unsur tradisional memang dapat digunakan sebagai bagian dari dekorasi, namun jangan sampai menghilangkan identitas utama dari konsep yang hendak ditampilkan.

“Kalau konsepnya Benteng Nieuw Victoria, maka yang harus muncul pertama adalah, kesan benteng. Benteng itu identik dengan sesuatu yang kokoh, kuat dan memiliki struktur yang tegas. Bukan justru lebih banyak terlihat, seperti dekorasi dengan daun rumbia,” ujarnya.

Allani mengatakan, dekorasi pada momentum HUT Kota Ambon tidak sekadar berfungsi sebagai penghias lokasi kegiatan.

Menurut dia, setiap ornamen yang digunakan seharusnya memiliki pesan, dan keterkaitan dengan sejarah, serta identitas Kota Ambon.

Apalagi, Benteng Nieuw Victoria merupakan salah satu bagian penting dari sejarah Kota Ambon.

Karena itu, kata dia, ketika nama dan bentuk benteng dijadikan dasar konsep dekorasi, representasi visualnya perlu dibuat secara lebih kuat agar masyarakat, terutama generasi muda, dapat menangkap pesan sejarah yang ingin disampaikan.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat sebuah dekorasi, tetapi tidak memahami bahwa itu sebenarnya mengambil konsep Benteng Nieuw Victoria. Kalau memang ingin mengangkat Benteng Nieuw Victoria, desainnya harus dibuat sedemikian rupa, sehingga orang langsung menangkap karakter benteng tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan unsur budaya lokal dalam dekorasi sebenarnya merupakan hal positif.

Namun, perpaduan antara unsur tradisional dan simbol sejarah harus dilakukan secara proporsional, agar tidak terjadi pergeseran makna.

Menurut Allani, daun rumbia dapat saja digunakan sebagai elemen pendukung untuk memperkuat nuansa lokal, tetapi bukan menjadi elemen, yang justru mendominasi hingga mengaburkan konsep Benteng Victoria.

“Daun rumbia itu bisa menjadi pelengkap, tetapi jangan sampai menghilangkan karakter utama. Kalau yang mau ditonjolkan Benteng Nieuw Victoria, maka kesan kokoh dan bentuk benteng harus lebih dominan,” tegasnya.

Ia berharap ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon maupun pihak yang menangani dekorasi kegiatan daerah dapat lebih memperhatikan aspek sejarah dan budaya, dalam setiap desain yang digunakan pada ruang publik.

Dia menyebut, setiap perayaan HUT Kota Ambon seharusnya menjadi momentum, untuk memperkenalkan sejarah dan identitas kota kepada masyarakat melalui berbagai bentuk, termasuk dekorasi.

“Kalau kita bicara HUT Kota Ambon yang sudah memasuki usia 451 tahun, maka dekorasi juga harus memiliki nilai edukasi. Jangan hanya bagus secara visual, tetapi harus ada cerita sejarah yang bisa ditangkap masyarakat,” tandas dia.

Example 400x400