Scroll untuk baca artikel
BERITA

Dapur Sehat BESTI Diresmikan, Rutan Ambon Benahi Standar Penyediaan Makanan Warga Binaan

Qiran
65
×

Dapur Sehat BESTI Diresmikan, Rutan Ambon Benahi Standar Penyediaan Makanan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Rutan Kelas IIA Ambon meresmikan Dapur Sehat BESTI, Senin (10/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Rutan Kelas IIA Ambon mulai menerapkan pola penyelenggaraan makanan yang lebih tertata, melalui peresmian Dapur Sehat BESTI, Senin (10/8/2026).

Fasilitas yang merupakan hasil pembenahan dapur sebelumnya ini, dihadirkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan dengan mengedepankan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan efisiensi.

Dapur BESTI merupakan akronim dari Bersih, Efisien, Sehat, Tertib, dan Inovatif. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, bersama Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, serta jajaran Rutan Ambon.

Pembenahan dapur tidak hanya menyasar kondisi fisik fasilitas, tetapi juga diarahkan pada penataan alur kerja penyediaan makanan.

Setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan makanan, penyimpanan, proses memasak hingga pendistribusian kepada warga binaan, diharapkan dapat dilakukan secara lebih terkontrol.

Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy mengatakan, penyediaan makanan merupakan salah satu pelayanan mendasar, yang harus mendapat perhatian serius dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.

Menurutnya, kualitas makanan bagi warga binaan berkaitan langsung, dengan pemenuhan kebutuhan dasar selama menjalani masa pembinaan di dalam Rutan.

“Penyelenggaraan makanan merupakan bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar WBP. Karena itu, kami berkomitmen, untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kualitas,” ujarnya.

Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro pada kesempatan yang sama menekankan, bahwa pembenahan dapur harus dipandang sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kepada warga binaan.

Ia menyebut fasilitas tersebut tidak boleh berhenti, sebagai sebuah bangunan yang baru selesai direnovasi. Seluruh jajaran diminta memastikan standar pengelolaan yang telah dibangun dapat dipertahankan, dalam pelaksanaan sehari-hari.

“Dapur Sehat BESTI ini adalah simbol perubahan mendasar, dalam pelayanan kita. Saya berharap, seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada, melainkan menjadikannya motivasi untuk terus berinovasi dan menjaga integritas,” kata Ricky.

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya pengawasan berkelanjutan, terhadap seluruh rangkaian penyelenggaraan makanan.

Pengawasan tersebut mencakup kualitas bahan makanan yang diterima, proses penyimpanan, pengolahan hingga makanan siap dibagikan kepada warga binaan.

Ricky meminta, fasilitas yang telah dibenahi tersebut dirawat dan digunakan secara optimal, sehingga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kita harus memastikan pelayanan pemasyarakatan di Maluku semakin profesional, berintegritas, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta warga binaan,” sambungnya.

Dukungan terhadap pembenahan dapur juga datang dari warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaannya.

Denny, yang dipercaya menjalankan tugas sebagai Kepala Dapur mengatakan, kondisi fasilitas yang lebih baik membuat aktivitas pengolahan makanan dapat dilakukan secara lebih teratur.

Ia menyebut, kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama warga binaan lainnya menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan menjaga kebersihan, dan ketertiban selama proses penyediaan makanan.

“Dengan adanya Dapur Sehat BESTI, kami berusaha menjaga kebersihan dan ketertiban dalam setiap proses pengolahan makanan. Kami juga merasa diberikan kepercayaan dan tanggung jawab, untuk memastikan makanan yang disiapkan dapat disajikan dengan baik bagi seluruh warga binaan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan, dengan peninjauan sejumlah fasilitas pembinaan yang tersedia di Rutan Ambon. Ricky melihat langsung Bengkel Kerja, dan Perpustakaan yang menjadi bagian dari sarana pembinaan warga binaan.

Di Bengkel Kerja, Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku turut melihat aktivitas warga binaan dalam mengembangkan keterampilan. Salah satu kegiatan yang ditunjukkan yakni, pembuatan kursi sofa.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan, untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis dan produktif.

Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal, ketika mereka nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Peresmian Dapur Sehat BESTI, sekaligus menandai upaya Rutan Kelas IIA Ambon melakukan pembenahan pada aspek pelayanan dasar.

Melalui fasilitas tersebut, penyelenggaraan makanan diharapkan semakin terukur dan konsisten, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan tertib.

Langkah ini juga menjadi bagian dari penerapan budaya kerja Pemasyarakatan PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Adaptif, dengan orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi warga binaan.

Example 400x400