Scroll untuk baca artikel
BERITA

BRI Masuk 132 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker 2026

Qiran
111
×

BRI Masuk 132 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker 2026

Sebarkan artikel ini
Kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional, dengan menempati peringkat ke-132 dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 yang dirilis The Banker.

Pencapaian tersebut menjadi bukti kuatnya fundamental keuangan BRI, sekaligus menempatkan perseroan di jajaran bank-bank terbesar dunia.

Dalam pemeringkatan yang diterbitkan oleh The Banker, publikasi keuangan yang berada di bawah naungan Financial Times Group, BRI berhasil berdiri sejajar dengan sejumlah institusi perbankan global seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup.

Daftar Top 1000 World Banks sendiri telah menjadi salah satu acuan utama, dalam menilai kekuatan industri perbankan dunia, sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1970.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, pengakuan tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam mempertahankan kinerja yang sehat, di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Menurutnya, fondasi permodalan yang kuat menjadi modal utama bagi BRI, untuk menjaga pertumbuhan usaha, memperluas fungsi intermediasi, serta menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRIx untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

Data yang digunakan dalam pemeringkatan tersebut mengacu pada kondisi keuangan BRI per Desember 2025. Saat itu, Tier 1 Capital BRI tercatat mencapai US$17,9 miliar, dengan total aset sebesar US$127,2 miliar.

Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan mencapai US$4,3 miliar. BRI juga membukukan rasio permodalan terhadap aset sebesar 14,1 persen, Return on Capital sebesar 18,9 persen, serta Return on Assets (ROA) sebesar 2,68 persen.

Hery menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang terus dijalankan perusahaan.

“Program tersebut menjadi strategi BRI dalam memperkuat daya saing, melalui pengembangan layanan yang lebih inklusif, adaptif, modern, dan berkelanjutan,” kata dia.

Ia menambahkan, BRI akan terus memperkuat digitalisasi, menjaga disiplin dalam penerapan manajemen risiko, serta mengedepankan penciptaan nilai jangka panjang, guna mempertahankan pertumbuhan yang berkualitas.

Selain itu, perseroan tetap menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fokus utama. BRI berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga perluasan akses ke pasar dan ekosistem digital.

Hery kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, serta insan BRI yang dinilai memiliki kontribusi besar atas pencapaian tersebut.

“Pengakuan ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah, pelaku UMKM, dan seluruh pekerja BRI. Kepercayaan serta kontribusi mereka menjadi fondasi bagi BRI untuk terus bertumbuh, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat ekonomi maupun sosial yang semakin luas bagi masyarakat,” tutupnya.

Sebagai informasi, The Banker merupakan media keuangan internasional, yang berdiri sejak tahun 1926 dan berada di bawah naungan Financial Times Group.

Publikasi tersebut dikenal sebagai salah satu rujukan utama industri perbankan global melalui laporan, analisis, dan pemeringkatan bank-bank terbaik di dunia.

Example 400x400