BERITA

Wali Kota Ambon: Menabung Sejak Dini Jadi Bekal Anak Menata Masa Depan

Qiran
16
×

Wali Kota Ambon: Menabung Sejak Dini Jadi Bekal Anak Menata Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Puncak kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SD Negeri 4 Ambon, Kamis (27/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menekankan tentang pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah, sebagai bekal bagi anak-anak dalam merencanakan masa depan.

Hal itu disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat menghadiri puncak kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School di SD Negeri 4 Ambon, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga menjadi proses pendidikan karakter bagi anak-anak, agar mampu hidup disiplin dan memahami cara mengelola keuangan.

“Menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga bagaimana kita membiasakan diri, untuk membangun disiplin. Kita membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tetapi juga sebenarnya kita sementara merancang masa depan, lewat kegiatan menabung,” kata Wali Kota.

Ia mengatakan, kebiasaan menyimpan uang sebenarnya sudah dikenal masyarakat sejak dahulu. Namun, perkembangan sistem keuangan membuat aktivitas tersebut kini dapat dilakukan melalui lembaga perbankan, sehingga uang tersimpan lebih aman, dan dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan.

Wali Kota menilai, pembiasaan menabung menjadi semakin penting, karena persoalan ekonomi keluarga terkadang menjadi salah satu hambatan bagi anak-anak, untuk melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, tidak sedikit anak yang memiliki kemampuan intelektual dan prestasi yang baik, namun harus menghadapi keterbatasan, ketika keluarga tidak mampu menyediakan biaya pendidikan.

“Banyak anak-anak kita hari ini yang dari sisi kemampuan intelektual luar biasa, dan bisa menggapai ilmu setinggi-tingginya, menggapai cita-cita. Tetapi karena orang tuanya tidak memiliki uang, tidak memiliki tabungan, mungkin dia tidak mampu untuk meneruskan pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.

Karena itu, Wali Kota mengajak para pelajar, untuk mulai menyisihkan sebagian uang yang mereka terima setiap hari.

Ia menegaskan, menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar, sebab yang terpenting adalah membentuk kebiasaan secara konsisten.

“Kalau orang tua kasih uang jajan Rp10 ribu, tidak usah banyak-banyak. Anak-anak bisa menabung Rp2 ribu saja, itu sudah luar biasa. Dan kalau ini dilakukan setiap hari secara rutin, mereka terbiasa menabung,” katanya.

Menurut Wali Kota, uang yang disimpan sejak dini dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai kebutuhan pada masa depan, termasuk kebutuhan pendidikan.

Selain itu, menyimpan uang melalui lembaga perbankan juga memberikan rasa aman, karena dana dikelola oleh pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap penyimpanan dana masyarakat.

“Kalau anak-anak hari ini dari mulai usia gini sudah terbiasa untuk menabung, yang pertama uang aman, karena disimpan oleh pihak yang memang bertugas, untuk menyimpan uang. Tetapi setelah uangnya aman, pada saatnya uang itu bisa digunakan oleh anak-anak sekalian untuk masa depan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan, bahwa kehidupan keluarga dapat menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga, termasuk kecelakaan kerja maupun meninggalnya orang tua.

Kondisi tersebut, kata Wali Kota, dapat berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan anak, apabila keluarga tidak memiliki kesiapan ekonomi.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, dan sektor perbankan terus memperkuat edukasi literasi, serta inklusi keuangan di kalangan masyarakat, termasuk melalui lingkungan sekolah.

Wali Kota menyebut, Pemkot Ambon sebelumnya telah mendorong pelajar SD dan SMP, untuk memiliki rekening melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses anak-anak terhadap layanan keuangan, tetapi juga membentuk kebiasaan mengelola uang secara bijak.

“Harapannya semua memiliki tabungan, anak-anak pelajar bisa menyimpan uang, bisa hemat, supaya untuk kepentingan hidup, atau kebutuhan masa depan mereka,” tuturnya.

Dalam kegiatan Bulan Literasi Keuangan Goes to School itu, CIMB Niaga turut membuka rekening bagi siswa SD Negeri 4 Ambon dan SD Negeri 65 Ambon.

Wali Kota berharap, pembukaan rekening tersebut tidak berhenti pada aktivitas administratif, tetapi benar-benar dimanfaatkan, sebagai media pembelajaran bagi para siswa.

“Tujuannya untuk mengajarkan anak-anak, mengajari anak-anak supaya berhemat, bisa menabung, untuk masa depan mereka,” katanya.

Ia berharap, anak-anak nantinya menabung bukan hanya, karena diperintahkan orang tua atau guru, tetapi karena memahami manfaatnya.

Menurutnya, literasi keuangan harus membuat pelajar mampu menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami tujuan dari setiap uang yang mereka simpan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan keberhasilan Kota Ambon meraih penghargaan, sebagai juara pertama tingkat nasional di bidang inklusi keuangan.

Sebelumnya, Kota Ambon masuk dalam tiga besar bersama Kota Bandung dan Cirebon, sebelum menjalani tahapan pemaparan di hadapan tim juri.

“Besok Kota Ambon menerima penghargaan juara satu nasional, juara satu nasional inklusi keuangan. Kita kemarin final dengan tiga besar dengan Kota Bandung dan Cirebon. Kita paparkan di depan para juri, dan syukurlah bahwa Kota Ambon keluar sebagai juara satu,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota, capaian tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai penghargaan, melainkan sebagai hasil kerja bersama untuk memastikan masyarakat Kota Ambon semakin memahami pengelolaan keuangan, dan memiliki akses terhadap layanan keuangan.

“Bukan soal penghargaan yang saya mau bilang, tetapi kerja keras kita. Kerja keras kita untuk memastikan, bahwa Kota Ambon ini kota yang masyarakatnya terdidik, belajar soal keuangan dan juga keuangan itu mencakup semua,” tegasnya.

Wali Kota berharap capaian tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Ia pun mengajak para pelajar menjadikan menabung, sebagai kebiasaan sehari-hari, meskipun dimulai dari nominal kecil.

“Kebiasaan sederhana tersebut diyakini dapat membentuk sikap hemat dan disiplin, sekaligus memberikan manfaat ketika mereka menghadapi kebutuhan di masa mendatang. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya,” tutup Wali Kota.

Example 400x400