Scroll untuk baca artikel
BERITA

Asti Alimin Hadirkan Akses Keuangan bagi Warga Pulau Kelang, BRI Dorong Inklusi hingga Wilayah Kepulauan

Qiran
50
×

Asti Alimin Hadirkan Akses Keuangan bagi Warga Pulau Kelang, BRI Dorong Inklusi hingga Wilayah Kepulauan

Sebarkan artikel ini
Gedung Kantor BRI pusat. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Keterbatasan akses layanan perbankan yang selama bertahun-tahun dialami masyarakat Pulau Kelang, dan sejumlah pulau kecil di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini mulai teratasi.

Perubahan tersebut tidak lepas dari peran Asti Alimin, Mantri BRI Unit Piru, Kantor Cabang Masohi, yang secara konsisten menjangkau wilayah kepulauan, untuk menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat.

Sejak dipercaya mengelola wilayah tersebut pada tahun 2020, Asti harus menjalankan tugas di kawasan yang didominasi lautan, dengan tantangan geografis yang tidak ringan.

Salah satu daerah yang menjadi fokus pelayanannya adalah Pulau Kelang, yang sebelumnya belum memiliki akses memadai terhadap layanan perbankan.

Menurut Asti, pembukaan layanan di Pulau Kelang berawal dari banyaknya permintaan masyarakat, yang menginginkan kemudahan memperoleh layanan keuangan, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

Dalam setiap kunjungannya, Asti melihat besarnya potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat setempat, mulai dari sektor perikanan hingga hasil perkebunan.

Namun, potensi tersebut belum berkembang optimal, karena minimnya akses terhadap pembiayaan dan layanan perbankan.

Untuk mencapai Pulau Kelang, Asti harus menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari Piru menuju Waesala. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam melintasi perairan menuju pulau utama.

Jika harus mengunjungi desa-desa lain di kawasan tersebut, waktu perjalanan bisa bertambah hingga satu jam lagi.

Medan yang dihadapi pun tidak selalu bersahabat. Gelombang tinggi, terutama saat musim barat, menjadi tantangan tersendiri, ketika melintasi perairan Waesala hingga Selat Haya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya, untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Asti, pengabdian itu lahir dari pengalaman pribadi. Semasa kuliah, ia melihat keluarganya dan banyak warga kepulauan kesulitan memperoleh akses permodalan, karena letak geografis yang jauh dari pusat layanan perbankan.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat menjadi korban penipuan oleh oknum yang menjanjikan pinjaman, dengan meminta uang muka dalam jumlah besar.

Pengalaman itulah yang mendorongnya, untuk menghadirkan layanan perbankan secara langsung ke wilayah kepulauan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan lembaga keuangan resmi.

Langkah awal yang ditempuh bukan langsung menawarkan pinjaman, melainkan membangun jaringan Agen BRILink, agar masyarakat memiliki tempat melakukan transaksi keuangan di daerahnya sendiri.

Setelah itu, Asti secara bertahap memberikan literasi keuangan, termasuk mengenalkan penggunaan layanan digital seperti BRImo.

Ia juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyimpan uang di bank. Kebiasaan lama menyimpan uang di rumah, bahkan di bawah kasur atau di dalam bantal, menurutnya berisiko menyebabkan kerugian karena uang dapat rusak atau hilang.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Saat ini Asti telah mendampingi lebih dari 700 debitur di wilayah kerjanya. Melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), banyak pelaku usaha memperoleh tambahan modal, untuk mengembangkan usahanya.

Para nelayan, misalnya, kini mampu membeli mesin perahu dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga dapat membawa hasil tangkapan maupun komoditas seperti jahe, kunyit, dan minyak kayu putih langsung ke Ambon.

Kondisi ini membuat mereka memperoleh harga jual yang lebih baik, karena tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada tengkulak.

Perubahan juga dirasakan di bidang pendidikan. Asti mengungkapkan, di salah satu kampung terdapat sekitar 28 pemuda yang berhasil lolos menjadi prajurit TNI, setelah orang tua mereka memiliki kemampuan ekonomi, untuk membiayai proses pendidikan dan persiapan seleksi.

Baginya, keberhasilan masyarakat itulah yang menjadi penyemangat untuk terus menjalankan tugas di wilayah kepulauan.

Asti berharap, masyarakat di daerah kepulauan Maluku dapat semakin mandiri secara ekonomi, memiliki pemahaman yang baik terhadap layanan keuangan modern, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, seperti masyarakat di daerah lain.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, keberadaan Mantri BRI merupakan bagian dari komitmen perusahaan, dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, melalui pendampingan yang berkelanjutan, serta pemahaman terhadap karakteristik ekonomi masyarakat setempat, BRI berupaya memastikan layanan keuangan tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kisah Asti Alimin mencerminkan dedikasi para Mantri BRI, dalam menghadirkan layanan keuangan hingga pelosok negeri. Melalui semangat tersebut, BRI ingin memastikan inklusi keuangan dapat membuka peluang, mendorong kemandirian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny.

Example 400x400